![]() |
| duda keren |
Sementara perceraian sendiri bukanlah hal yang mudah diurus layaknya menutup sebuah buku dan membuka lagi halaman yang baru. Kerumitan dan begitu banyaknya yang harus diurus belum lagi sakit hati setelah berpisah membuat seseorang akan berpikir dua kali untuk menikah kembali sekalipun akhirnya jatuh cinta pada orang lain untuk kesekian kalinya. Selain itu bayang-bayang kegagalan akan masa lalu juga merupakan faktor penting yang menghambat kepuusan pernikahan selanjutnya setelah melewati beberapa masa setelah perceraian.
Namun penelitian terbaru menunjukkan hasil bahwa pria cenderung lebih mampu mengatasi masa sulit pasca perceraian dibandingkan dengan kaum hawa. Sebanyak 47% pria yang telah bercerai mengungkapkan keinginannya untuk menjalin hubungan sakral lagi dibandingkan dengan mantan istri mereka. Jumlah ini merupakan dua kali lipat dari wanita yang memutuskan untuk menikah lagi. Hanya 20% wanita yang “berani” untuk menikah lagi. Sisanya adalah mereka yang ketakutan untuk mengulang masa lalu yang kelam.
Penelitian yang melibatkan 2000 orang dewasa di Inggris dijalankan dengan peluncuran DVD film komedi bertajuk “Crazy, Stupid, Love”. Film tersebut mengisahkan keinginan kuat pria bercerai untuk menikah lagi.
Survei membuktikan bahwa 42% pria yang bercerai ingin berkencan lagi bahkan siap membayar ahli profesional untuk melancarkan jalannya kencan dengan wanita baru yang lebih baik tentunya. Dengan pakar yang profesional, mereka yakin untuk meningkatkan pesonanya di hadapan para wanita.
Hasil yang lain adalah sebanyak 31% pria bercerai mencoba mengikuti kencan online dibandingkan dengan wanita bercerai yang hanya berjumlah 19%. Pria mungkin merasa tertantang dengan hubungan baru yang akan dijalaninya dibandingkan terus terkurung untuk memikirkan kegagalan yang dialaminya seperti yang dilakukan hampir sebagian besar wanita.
Hal yang unik adalah para pria semakin meningkatkan “performa” nya dalam kencan barunya termasuk dengan berguru dengan pakarnya seperti yang dijelaskan diatas. Hal tersebut sepertinya membuktikan bahwa sebagian pria senang berpetualang dan mencoba menaklukan apa saja tantangan yang dihadapinya sekalipun yang berkenaan dengan kegagalan dalam membina rumah tangganya.
Hal tersebut memang bukan hal yang buruk atau bukan juga sebuah kesalahan. Namun ada baiknya daripada memikirkan keinginan menikah lagi setelah bercerai, sebaiknya memutuskan dengan tepat siapa wanita yang layak dinikahi untuk menghindari resiko perceraian. Tak ada pasangan yang selalu sejalan sekalipun memiliki kecocokan dalam segala hal. Lagipula pernikahan merupakan ikatan yang tertinggi dibandingkan dengan hubungan dengan lwan jenis lainnya. Perlu upaya maksimal untuk mempertahankannya.(s@ri)

Comments
Post a Comment