| nice girl and bad boy |
Pria bak ideal untuk menjadi sosok suami. Tapi jangan lantas tersenyum lebar karena kaum penuh perasaan ini tak akan mampu terlepas dari pesona bad boy. Bukankah perasaab seperti jatuh cinta yang mungkin sedikit mengenal logika adalah suatu hal yang tak bisa dihindari dan diketahui alasan penyebabnya? Jadi kesalahan sepenuhnya tidak terletak pada pihak wanita.
Tentunya Anda heran mengapa sebenarnya wanita lebih melirik pria bandel dibandingkan pria yang baik. Salah satu alasan myang masuk akal adalah kejenuhan wanita terhadap pria “sok” baik. Pria ini adalah kaum adam yang mengandalkan topeng kebaikannya yang justru sisi aslinya lebih mengerikan dibandingkan pria bandel pada umumnya. Wanita terkadang menggeneralissasikan pria. Pengalaman tertipu dengan pria semacam itu membuat pria baik terlihat menjadi buruk dan mereka lebih mengagumi sosok pria nakal yang terlihat sisi aslinya dan kadang memandang sisi lain kenakalan tersebut sebagai hal positif.
Pria yang baik terbiasa menunggu saat yang tepat untuk ajakan berkencan. Sebaliknya tanpa pikir panjang, pria bandel akan membuat ajakan kencan yang tak terduga, tanpa pikir panjang dan bahkan dengan aura menggebu-nggebu yang hal tersebut merupakan sesuatu yang diinginkan hampir setiap wanita. Padahal ajakan pria bandel tersebut hanya keinginan dirinya sendiri untuk memenuhi kebutuhan sendiri tanpa bermaksud “mamenjakan’ seorang wanita. Tak heran hubungan ni sering kandas di pertengahan jalan.
Selanjutnya wanita yang memang menyukai tantangan tentu lebih menyukai bad boy dengan resko yang ada di dalamnya. Kendati diliputi ketidakpastian akan akhir hubungan serta rintangan yang cenderung lebih rumit dibandingkan berhubungan dengan pria baik, hal tersebut malah menambah pesona seorang pria nakal. Sebagian besar berharap mampu merubah pria nakal yang “tesesat” menjadi lebih baik. Mereka merasa dibutuhkan kerena itu. Padahal tidak semua sesuai harapan wanita.
Wanita yang takut akan komitmen akan “lari” pada pria bandel. Tentu saja pria ini hanya menganggap pernikahan sebagai hal yang semu, serasi dengan keinginan wanita yang masih ingin bermain dan mencoba berpetualang mencari yang terbaik. Bagi mereka pria ini cocok untuk sebuah petualangan tanpa komitmen.
Satu lagi yang membuat pesona pria ini bersinar, kekhawatiran wanita tak mampu memperlakukan pria baik sebaik namanya itulah yang membuat mereka minder. Barangkali tak masuk akal namun hal ini benar adanya. Dengan pria nakal mereka tahu standar yang akan diberikan tanpa harus bersusah payah menjadi sebaik pria itu.
Kehidupan selalu berisikan dua sisi yang saling melengkapi. Begitu pula tipikal pria, yang nakal dan baik. Entah bagaimanapun dan apapun yang akan Anda pilih, semua mengandung resiko yang harus Anda tanggung. jika menginginkan sebuah kebaikan di akhir hubungan, maka tak ada salahnya dengan pria baik walaupun hal tersebut tak selamanya terjamin, namun setidaknya Anda telah memilih awal yang baik. Sebaliknya tak ada salahnya dengan pria bandel, hanya saja Anda lebih paham bagaimana resikonya. Bukan begitu? (s@ri)
Comments
Post a Comment