| menikmati alam |
Kadangkala kita terjebak dengan permainan cuaca. Bersiap menggunakan dan menyimpan jas hujan saat musim itu tiba. Namun alam seakan tak setuju dan matahari justru bersinar dengan teriknya. Sebaliknya juga sering terjadi, ketika telah siap berlibur dengan cuaca yang cerah, lagi-lagi alam seolah menggagalkan rencana indah yang kita susun dengan penuh harapan. Bagaimana perasaan Anda?
Kadang ketika situasi yang mengharuskan kita terburu-buru dengan tuntutan pekerjaan, Tuhan seakan menutup semua akses pintu untuk memudahkan kita bergerak cepat. Mobil mogok, jalanan macet dan jalan terganggu. Beberapa peristiwa sering menuntut kita untu lebih bersabar. Sanggupkah Anda melewati cobaan itu?
Selalu terbenak pemikiran bahwa Anda sedang tidak beruntung, atau hari tersebut adalah hari terburuk Anda. Padahal pasti itu bukan yang diharapkan Tuhan untuk sebuah nilai dari ujian Anda. Ketika menghadapi semua cobaan hidup yang tak semuanya menyenangkan, kita sebenarnya telah dilengkapi sebuah kelebihan yang tak dimiliki oleh yang lainnya. Ya, manusia memiliki akal untuk berpikir, dan merenung, apa sebenarnya maksud dan hikmah dalam setiap kejadian.
Pernahkah terjadi hujan turun di saat yang tak tepat? Sebenarnya itu hanya pemikiran sempit Anda. Baik saat panas maupun dingin, semua telah teratur rapi dalam sebuah skenario Tuhan yang paling mengetahui apa-apa saja yang terbaik untuk Anda, termasuk kondisi alam. Hujan sering terjadi ketika pemakaman, bisa jadi itu bentuk simpati alam pada Anda dan orang yang bersangkutan. Ketika hujan datang saat Anda patah hati, itu adalah salah satu bentuk keprihatinan dan kepedulian Alam terhadap Anda. Jadi berhentilah memaki dan mengeluh mengenai peristiwa alam yang serinh tak mendukung rencana Anda.
Manusia terkadang selalu berpikiran negatif dan meremehkan kejadian sebuah bencana. Menangis terlalu dalam hingga membutakan hati dan pikiran. Bisa jadi sebuah teguran pada kita. Bagaimana manusia lalai merawat sebuah harta besar dunia yang Tuhan titipkan pada kita. Manusia sering melupakan pentingnya menjaga Alam. Padahal alam selalu mengelilingi kita, dan tak akan mungkin kita terbebas darinya.
Pernahkah Anda merasa kesepian, dimanapun itu, kemudian sebuah Angin bertiup lembut menyapa Anda? Itu adalah bukti bahwa Tuhan selalu bersama Anda, memperhatikan serta menyayangi Anda. Jadi tak seharusnya kita merasa demikian. Tuhan selalu punya cara terbaik untuk membahagiakan kita, salah satunya dengan kepedulian alam menjaga kita.
Tuhan menundukkan alam untuk kita jaga kelestarian dan keindahannya. Karena kelak ketika kita tiada, anak cucu kita yang akan menikmati hasil selanjutnya, sebagai mata rantai kehidupan seterusnya. Berterimakasihlah pada Tuhan dengan menjaga Alam. Hindari berpikir buruk untuk setiap kejadian. Ingatlah semua terjadi dengan campur tangan dan persetujuan Tuhan.
Daripada terlalu dalam penyesalan yang semakin mendalam, berbaik hati dan bersangka baiklah padanya. Alam sudah seperti ibu kita. Maka ajarkan keturunan kita untuk bersyukur dan merawatnya. Untuk alam, dan untuk hidup yang lebih baik lagi.(s@ri).
Comments
Post a Comment