| anak bertanggungjawab |
Merosotnya moral kaum muda bukan menjadi sepenuhnya kesalahan mereka. Didikan yang tidak tepat serta lingkungan yang “kurang besahabat” acapkali menyesatkan, apalagi masa muda merupakan masa di mana seseorang mencari jati dirinya. Sebagai pemerhati dan orang tua yang baik, hendaknya kita berusaha memutuskan lingkaran setan ini. Cara yang terbaik adalah mendidik buah hati atau mungkin keponakan atau mereka yang masih berusia dini untuk mampu bertanggung jawab atas dirinya sendiri serta kepercayaan yang diembankan kepadanya. Semakin dini pelatihan maka kemungkinan keberhasilan akan semakin besar. Bagaimana caranya?
Sebagai yang mengajarkan maka kita juga perlu memperbaiki diri sendiri. Tunjukkan contoh yang baik dengan memulai dari diri sendiri. Dengan hal itu maka si buah hati akan secara tidak langsung meniru Anda dengan mudahnya. Contohnya adalah merapikan buku setelah membaca, membereskan sesuatu setelah dipakai hingga beberapa hal yang lain. Dengan begitu secara sendirinya anak akan berlatih untuk bertanggung jawab atas semua yang ia lakukan.
Berika ia tahapan tanggung jawab mulai dari yang kecil hingga skala menengah. Kita tak bisa langsung menyuruhnya melakukan sesuatu yang berat karena hal tersebut tergantung dari pola pikirnya yang masih sederhana. Untuk itu biarkan ia memulai dari yang kecil. Porsi yang meningkat sedikit demi sedikit akan membantu pola pikirnya yang masih sederhana.
Terangkan bagaimana pentingnya tanggung jawab itu sendiri. Berikan anak kepercayaan dan biarkan ia melakukannya sesuai harapan Anda, setelah itu berikan penjelasan jika tak ingin mengecewakan orang lain maka kita harus bertanggung jawab atas kepercayaan yang diberikan. Terangkan juga bahwa efek hilangnya tanggung jawab adalah sesuatu hal yang kurang baik, maka laranglah ia untuk melakukannya.
Berikan ia kepercayaan dan dukungan untuk melakukan segala hal. Karena pada dasarnya semuanya mengandung unsur pertanggungjawaban. Denagn demikian anak akan merasa termotivasi karena ia diberi kesempatan untuk melakukan hal besar walaupun se sepele apapun pekerjaan itu.
Berikan penghargaan yang sifatnya cukup dan mengesankan bagi anak. Contohnya berikan pujian yang tepat seperti, “bagus nak, kamu melakukannya dengan baik. Ibu bangga padamu.” Kata-kata tersebut walapun sepele akan tertanam selamanya pada diri anak dan akan memaksanya melakukan kebaikan yang lain. Hal ini lebih baik daripada hadiah mahal yang selanjutnya mungkin akan menjadi target anak, bukan karena rasa tanggung jawab itu sendiri.
Jadi, sejatinya menanamkan rasa tanggu jawab pada anak bukanlah hal yang sulit asalkan Anda mampu menjad teladan yang baik dan dimlai sedini mungkin. Pribadi anak yang baik akan membentuk bangsa yang baik. Tak perlu menunggunya cukup dewasa untuk memahami arti sebuah tanggung jawab. Cukup ajari saja ia kebaikan, maka kebaikan itu sendiri yang akan tertanam dalam hatinya. Sehingga tak akan ada lagi kejahatan layaknya kriminalitas, korupsi, dan sebagainya. Semoga berhasil.(s@ri)
Comments
Post a Comment