| kosmetik untuk wanita |
Selama beberapa tahun belakangan peningkatan penjualan produk kecantikan diikuti dengan berbagai promosi yang bertebaran lewat media visual ataupun media massa. Berbagai tawaran dan keunggulan produk memicu lahirnya rumah-rumah kecantikan yang secara khusus memberikan kesempatan bagi para perempuan untuk meremajakan penampilannya. Mulai dari rambut, wajah, hingga jari dan kuku. Kondisi demikian menurut dr Irma Binarso,SpKK merupakan tanda bahaya bagi peningkatan kejadian efek samping kosmetik. Beberapa macam efek samping penggunaan kosmetik yang secara terus menerus digunakan tentu saja akan membawa dampak mulai dari tingkatan ringan bahkan hingga berujung kematian.
Iritasi kulit, alergi, fotosensitifitas, perubahan warna kulit, hiperpigmentasi, hingga Steven Johnson Syndrome yang sebagian besar berujung pada kematian telah banyak terjadi sebagai akibat penggunaan kosmetik secara tidak tepat dan berlebihan. Meskipun saat ini yang sering banyak ditemui adalah dermatitis kontak alergi.
Di luar negeri bahkan 12 persen populasi, mengalami efek samping kosmetika ini. Sebenarnya jumlah tersebut hanyalah seperti fenomena gunung es. Sebab angka tersebut hanyalah hasil catatan mereka yang telah ditangani secara medis dan tidak termasuk mereka-mereka yang menggunakannya tanpa petunjuk pakar kecantikan ataupun berkonsultasi secara medis.
Memang sebaiknya diperlukan konsultasi secara benar kepada dokter untuk pemakaian kosmetik yang tepat guna meminimalkan dampak yang dapat ditimbulkan. Perlunya memahami bahwa penghentian pemakaian harus dilakukan apabila terdapat efek samping seperti kelainan ataupun gangguan pada kulit, dan berkonsultasi kepada dokter spesialis untuk penanganan segera agar kerusakan kulit dapat dicegah. Pastikan Anda menggunakan kosmetik secara tepat dan melalui konsultasi medis pada ahlinya. (wd)
Comments
Post a Comment