![]() |
| michel platini/goal.com |
Olahraga yang diadakan setiap empat tahun sekali di benua Eropa ini ternyata memiliki beberapa pemain terbaik dari setiap periodenya. Para pemain itu layaknya bintang yang selalu bersinar terang di langit. Jadi ketika masa telah berganti, orang-orang tetap mengenang keberanian dan kehebatan aksi mereka dari tahun ke tahun. mari kita simak ke sepuluh bintang yang paling terang tersebut.
1. Michael Platini
Di Euro tahun 1984 seolah merupakan masa kejayaan milik Platini sendiri. Pria ini mampu menjadikan bola seolah bagian dari tubuhnya, tak heran ia menjadi pengumpan terbaik yang pernah ada. Di masa itu, orang-orang pasti akan mengenang, Platini seorang yang sendirian berjuang memenangkan Piala Eropa. Kala itu gol-golnya berjumlah 9 dan begitu cantik bersarang pada gawang lawan.
Di semi final melawan portugal, Platini membuat gempar seisi stadion manakala mencetak gol di menit ke 119 hingga memaksa Portugal menyerah di angka 3-2. Sementara di laga final, tak kalah panasnya ia bermain cemerlang dengan gol tendangan bebasnya hingga membawa kemenangan 2-0 atas Spanyol.
2. Marco Van Basten
Negara yang pernah menjajah Indonesia ini ternyata memiliki pahlawan yang bersinar di tahun 1988. Kemampuannya dalam penguasaan bola, tendangan keras sesrta volinya yang spektakuler membuatnya ada dalam daftar beberapa pemain terhebat dunia.
Di saat itu, Van Basten tampak gemilang dengan predikat top scorer dengan lima gol. Akhirnya gelar pemain terbaik Euro 1988 dengan mudah jatuh ke tangannya. Hat tricknya yang panas di menit terahkir mampu memupuskan langkah Inggris d babak grup. Turn dan shot nya juga mampu mengalahkan Jerman barat selaku tuan rumah di tahun itu.
Yang membuat orang sellau mengingatnya adalah ketika final melawan Uni Soviet, Van Basten melepaskan tendangan voli dari sudut yang mustahil, dan gol terjadi layaknya sihir. Akhirnya Uni Soviet tunduk dengan skor 2-0.
3. Franz Beckenbauer
Tim panser patut bangga. Karena pada tahun 1972 di Belgia, Jeman barat mampu menundukkan pertandingan. Karena itulah Jerman barat bagaikan go internatioal. Semua itu tak lepas karena peran sang maestro.
Di tahun itu, Beckenbauer menjadi motivator bagi teman-temannya untuk menjuarai piala Eropa. Lagi-lagi pertemuan final yang sengit melawan Uni Soviet. Dan kembali lagi Uni Soviet menyerah di tangan Jerman Barat dengan skor telak 3-0. 4 tahun selanjutnya Der Kaiser membawa jerman menjadi juara kedua. Tak begitu buruk karena jerman hanya kalah skor adu pinalti dengan Cekoslovakia pada pertandingan final.
4. Zinedine Zidane
Di tahun di mana Indonesia mengalami krisis keuangan, Zidane malah berjaya dan bersinar. Di tahun 1998 ini Zidane membawa Les Bleus juara Piala Dunia dan juara Euro 2000. Sungguh fantastis.
Layaknya pertunjukkan, Zidane begitu memukau dan piawai menguasai bola. Gayanya memainkan bola benar-benar kelas satu dan khasnya “Marseilles Turn”. Kala itu tendangan ajaibnya meruntuhkan Spanyol di perempatan final. Di semifinal saat berhadapan dengan Portugal, golden goalnya memaksa Prtugal menyerah. Di laga final bahkan Italia mengakui kehebatan tim Zidane ini.
5. Dragan Dzajic
Pemain terbaik Yogoslavia ini berjaya di tahun 1968. Dengan menempati sayap kiri, Dzajic mendapatkan gelar pemain terbaik di laga Euro 1968. Yang spesial dari pemain ini adalah tendangan lobnya yang meruntuhkan juara dunia saat itu, Inggris. Inggris pun kalah di semi final.
Pada putaran final, ia nyaris mencetak sejarah untuk Yogoslavia sebelum akhirnya pemain Italia Angelo Domenghini menyamakan golnya.
6. Gunter Netzer
Banyak orang mungkin mengabaikan pria ini sebagai gelandang terbaik sepanjang masa. Namun Inggris hancur di tahun 1972 di perempatan final atas usaha Netzer seorang diri. Lagi-lagi seolah menggunakan kekuatan magis, Netzer mampu membungkam Inggris dengan skor 3-1 di Wembley, di depan mata publik sendiri.
Pada putaran semi final dan final, kekuatan ajaibnya berhasil mengalahkan Uni Soviet. Hanya saja Piala Dunia tak bernah mampu mengharumkan namanya.
7. Dino Zoff
Sungguh luar biasa track record pria ini dalam Euro. Dalam tujuh pertandingan dibagi antara dua turnamen, tiga diantaranya dengan perpanjangan waktu, Zoff hanya membiarkan kebobolan gawang dua gol.
Debut nternasionalnya dimulai ketika perempatan final Euro tahun 1968 ketika melawan Bulgaria pada leg kedua. Selanjutnya Zoff menjadi andalan Italia dalam mengalahkan Uni Soviet di semi final dan Yugoslavia di final dengan clean sheetnya.
8. Paolo Maldini
Anda pasti tak asing dengan nama yang satu ini. Menempati bek kiri dan merupakan model sebuah konsistensi. Maldini melejit dengan fakta mengikuti empat kali piala Eropa, ia terpilih tiga kali sebagai tim All Star.
Debutnya dimulai ketika berusia 19 tahun di Euro 1988 di Jerman. Dalam laga itu bahkan ia menyudutkan pemain terbaik Spanyol, Michel.
9. Peter Schmeichel
Posisi keeper yang diembannya membuat ia bertanggung jawab pada keamanan gawang tim. Ia adalah kiper terbesar dalam generasinya.
Aksi kepahlawanannya adalah ketika ia meyelamatkan gawang semasa Euro 1992 sehingga Denmark menang untuk pertama kali. Selain itu tendangan ajaib Marco van Basten juga pernah berhasil di tangkisnya ketika berada di putaran final.
10. Xavi Hernandes
Spanyol memang tak pernah sepi dengan bintang bola terbaik. Ini dia salah satu play maker terbaik Spanyol. Xavi begitu bersinar di Euro 2008.
Gol pembuka dicetak olehnya ketika menghadapi Rusia. Umpan terbaik juga tak henti dikontribusikan olehnya. Kerjasamanya dengan Fernando Torres begitu memukau. Tak heran Xavi mendapatkan gelar pemain terbaik di Euro 2008.
Tuntas sudah kesepuluh bintang laga Euro yang bersinar. Semoga dapat menginspirasi Anda untuk mendapatkan prestasi di berbagai lingkungan. Selamat mencoba dan semoga berhasil.(fdh).

Comments
Post a Comment