Landscappist.com - Pahit. Itulah sensasi pertamakali bagi seseorang yang baru mencicipi buah pare. Di Indonesia buah pare banyak dijadikan sebagai makanan tradisional, semisal oseng-oseng. Di wilayah lain, ada juga dijadikan manisan. Banyak orang yang tidak suka, bahkan hingga membenci aromanya. Tapi dibalik bentuknya dan rasanya ternyata kandungan dan manfaat pare bagi pengobatan sangat luar biasa. Barangkali beberapa tulisan telah membahas manfaat pare untuk pengobatan diabetes yang ternyata tidak hanya dikenal ditanah air, namun juga di luar negeri.
Bitter melon yang merupakan sebutan buah pare di luar negeri, merupakan 1 dari 10 tanaman atau buah herbal yang digunakan untuk pengobatan diabetes. Penelitian yang dilakukan di University of Bologna, Italia menunjukkan bahwa lebih dari 720 pakar herbal telah merekomendasikan penggunaan pare (bitter melon) ini sebagai menu diet bagi penderita diabetes. Pemberian secara oral ekstrak biji pare sebanyak 150 mg/kg berat badan selama 30 hari akan memberikan penurunan secara signifikan terhadap gula darah puasa seseorang. Hal tersebut dikarenakan pare dapat memproduksi beta sel pankreas dan pada penderita diabetes kandungan pare bermanfaat untuk menurunkan dan mengendalikan stress oksidatif. Dr. Sisilia Indrajaja, MHM menyarankan pada penderita diabetes untuk mulai mengkonsumsi jus segar sebanyak 50-100 ml perhari, atau juga bisa lewat kapsul yang biasa diperoleh di toko obat.
Kandungan pare ini perlu diperhatikan karena sifat toksisitas dan efek samping dari pare. Karena beberapa laporan menyebutkan pemberian sebanyak 250-500 gram pare dapat menyebabkan penderita diabetes mengalami nyeri perut dan diare. Maka dari itu anjuran untuk mengkonsumsi pare juga harus dibatasi agar tidak mengganggu pencernaan dan efek samping lainnya. Meskipun demikian sifat antioksidan yang terkandung dalam juga bermanfaat untuk kesehatan tubuh, sehingga sangat baik untuk dikonsumsi dalam jumlah terkontrol. Cobalah meski pahit rasanya! (wd)
![]() |
| buah pare/obatherbal |
Kandungan pare ini perlu diperhatikan karena sifat toksisitas dan efek samping dari pare. Karena beberapa laporan menyebutkan pemberian sebanyak 250-500 gram pare dapat menyebabkan penderita diabetes mengalami nyeri perut dan diare. Maka dari itu anjuran untuk mengkonsumsi pare juga harus dibatasi agar tidak mengganggu pencernaan dan efek samping lainnya. Meskipun demikian sifat antioksidan yang terkandung dalam juga bermanfaat untuk kesehatan tubuh, sehingga sangat baik untuk dikonsumsi dalam jumlah terkontrol. Cobalah meski pahit rasanya! (wd)

Comments
Post a Comment