| anak main bola/hidayatullah |
Berhubung tengah gencar dan demam piala Eropa di mana-mana, ini saatnya bagi Anda orang tua atau mungkin orang dewasa yang mendampinginya juga turut mengajarkan beberapa pelajaran berharga dalam olahraga ini. Jika mungkin ia belum menyukainya mungkin lewat mengetahui pelajaran berharga yang ada di dalamnya, sang anak akan tertarik dan semakin mencintai pertandingan ini. Inilah nilai berharga yang dapat Anda jelaskan padanya.
Sportivitas
Bagaimanapun piawainya bermain mengendalikan bola, namun jika dilakukan dengan cara yang curang semua itu tidak akan ada artinya. Itulah mengapa wasit selalu menjadi perangkat penting dalam mengatur jalannya permainan. Itu juga yang harus dipahami oleh anak. Dalam menjalani kehidupan, “permainan” harus tetap dijalankan dengan kejujuran. Ada saatnya menggenggam kemenangan, ada saatnya menelan pil pahit kekalahan yang dihiasi airmata.
Namun semua harus dapat dijalankan dengan sewajarnya. Kemenangan yang dijadikan sesuatu yang harus dipertahankan tanpa harus menimbulkan aura kesombongan. Kekalahan juga harus tetap diakui dengan lapang dada serta pengakuan akan kehebatan lawan.
Kerja sama
Sepak bola bukan olahgara individual. Layaknya hidup yang tak akan mungkin dijalankan sendirian. Setiap orang memiliki peran masing masing. Ada posisi penjaga gawang dengan tugas mempertahankan gawang dari serangan lawan, penyerang yang menjadi ujung tombak sebuah tim dalam mencetak gol. Semuanya akan bergerak saling membantu ketika menyerang. Penyerang bahkan tak segan turun ke areanya untuk turut mengamankan gawang bersama kesepuluh rekannya. Semua itu bernama kerja sama.
Yang dapat dipelajari sang anak adalah sebuah kerja sama yang harus dibentuknya dalam sebuah tim. Walaupun semua tak semudah kelihatannya, karena menyatukan perbedaan membutuhkan waktu dan pembelajaran. Sang anak juga dapat diajarkan tentang tugas yang diemban pada masing-masing posisi, untuk tetap bertanggungjawab dan dapat berbagi peran untuk membantu satu sama lainnya.
Kemampuan individu
Sisi individu dalam olahraga ini adalah berkisar tentang skill yang dimiliki oleh tiap pemain. Seseorang harus tetap mengasah bakat yang dimilikinya agar dapat menjalankan peran sesuai dengan kemampuannya sekalugus jika tak ingin merepotkan dan ditarik pelatih ke dalam bangku cadangan. Betapa sulitnya mendapatkan kepercayaan pelatih untuk bermain dalam tim yang dibela oleh diri sendiri.
Hal dapat mengajarkan anak untuk tetap berlatih dan menempa diri sendiri jika tak ingin posisinya tergantikan oleh orang lain, walaupun pepatah menjelaskan “diatas langit masih ada langit”, namun tetaplah wajib untuk berusaha menempa diri menjadi yang terbaik demi sedere ukiran prestasi.
Tanggung jawab
Tidak hanya kapten yang berperan mengatur para bawahannya. Seperti posisi yang dijelaskan diatas, semuanya memiliki tugas tersendiri yang harus tetap diemban sekalipun mereka dapat membantu satu sama lainnya dalam permanainan. Begitu halnya sang anak harus tetap bertanggung jawab pada tugas yang telah diberikan padanya walaupun dalam kapasitas lain ia dapat membantu teman-temannya. Ini juga berkaitan dengan sebuah kepercayaan.
Ketangguhan dan keberanian
Lamanya permainan yang berjalan 2 x 45 menit ditambah perpanjangan waktu jika hasil imbang, membuat para pemain harus tangguh menjaga stamina. Berlari ke depan ke belakang, mengamankan gawang untuk bertahan atau menyerang, hingga loncat ke kiri kanan, ke atas bawah, demi agar bola tak merobek jala. Semua itu melelahkan, dan permainan harus tetap berjalan sampai akhir yang ditentukan. Belum lagi ketika adu penalti. Sebelum melawan ketakutan menghadapi 1 lawan satu dengan keeper, mereka harus melawan ketakutan dalam diri agar dapat tenang merobek jala dan membuat kiper tak membaca arah tendangan.
Pelajaran bahwa hidup sang anak yang baru saja akan dimulai mengandung unsur di mana ketangguhan, kemandirian dan keberanian dibutuhkan. Tangguh untuk menjalani hidup yang tak selalu menyenangkan. Berani untuk mengambil keputusan terutama untuk tetap berpihak pada kebenaran.
Kedisiplinan
Sepakbola adalah olahraga kedisiplinan, disiplin berlatih, disiplin menempa diri dan disiplin akan kepatuhan rancangan strategi pelatih dan keputusan bersama. Sehingga sebuah tim dapat solid dan kompak dalam menggempur lawan.
Anak juga harus disiplin jika ingin meraih impian dan mencapai tujuan yang ia mau. Sepakbola bukanlah olahraga asal tendang dan mencetak gol. Ada kerja keras dan kedisiplinan di dalamnya.
Demikian hal yang dapat anak pelajari dari sepak bola. Anda dapat menjelaskannya saat menonton siaran bola atau ketika berolahraga dan bermain bola bersamanya. Pasti akan jadi obrolan dan pelajaran berharga untuk dikomunikasikan kepadanya. Lewat bola, anak tak hanya dapat bermain dan bersenang-senang. Anak bahkan dapat memetik pelajaran berharga yang ada di dalamnya.(fdh).
Comments
Post a Comment