![]() |
| surat dan pusi cinta/123rf.com |
Sayangku, aku merasa sangat rindu kepadamu. Benar bahwa aku sekarang berada di Paris, kota yang dikenal sebagai pusat mode dunia. Kota romantis dengan Menara Eiffel yang mempesona sehingga melahirkan inspirasi film “Eiffel I’m in Love”. Akan tetapi, Sayangku, semua itu hampa rasanya tanpa dirimu di sisiku.
Sayangku, lebih baik bagiku berjalan bersamamu menyusuri pematang di pesawahan di lereng bukit di sebelah Barat desamu daripada memandangi kota Paris dari atas Menara Eiffel. Karena di pesawahan itu, aku dapat menggennggam jemarimu dan membaui aroma lembut rambutmu. Sedangkan di Eiffel, aku hanya dapat membayangkan wajahmu yang selalu menyejukkan hatiku.
Sayangku, terasa lebih nikmat bagiku, saat menyantap baso malang semangkuk berdua dengan tempias hujan sekali-kali mengelus muka kita, daripada makan di restoran mewah di Paris bersama bos. Di baso malang aku puas mengumpulkan senyummu sementara di Paris aku selalu teringat padamu.
Sayangku, waktu serasa berhenti apabila kuhitung hari ku kan kembali. Lama sekali rasanya. Kupikir bukan lagi sehari rasa seminggu tetapi sehari rasanya berabad-abad yang harus kulewati.
Sayangku, kuharap Engkau sudi sabar menunggu. Tiga bulan lagi aku akan selesai dengan tugasku di sini. Saat hari tiu tiba nanti, aku akan langsung menemuimu. Akan kucurahkan rindu yang telah kusimpan dalam kalbu ini. Entah seberapa banyak dirimu dapat menampung.
Sayangku, kirimkanlah kabar kepadaku. Mungkin Engkau dapat mengirimkan foto bunga mawar yang kita tanam bersama di tepi danau mungil tempat kita selalu mengangankan kebahagiaan di masa depan. Sungguh aku tidak sabar untuk segera melihat bunga mawar itu bersamamu. Mudah-mudahan ada mawar yang bisa kupetik dan kupersembahkan kepadamu.
Sayangku, tunggulah aku.
Dengan penuh cinta,
Kekasihmu yang rindu (sumber: suratcinta.org)
Penggalan surat cinta di atas barangkali mengingatkan Anda pada masa muda, ataupun ketika masa-masa sekolah saat baru mengenal cinta. Pada zaman dahulu, jalinan cinta tertulis indah lewat goresan tinta sepasang kekasih yang menulis surat. Tak semua pasangan hidup berdekatan, jadi komunikasi lewat surat bisa menjembatani keduanya. Surat bisa jadi hal yang sangat ditunggu melebihi gaji bulanan. Ketika tak dapat sering betemu, maka suratlah yang menjadi obat penawar rindu.
Tapi lagi-lagi teknologi telah merenggut indahnya cinta lewat sebuah surat tulisan tangan. Ditambah lagi banyaknya sosial media, dan mudahnya SMS yang semakin mempermudah koneksi jarak jauh. Sayangnya tak semuanya termanfaatkan dengan baik. Sebagian justru harus berakhir karena mudahnya perselingkuhan untuk dijalani lewat sebuah kemajuan teknologi.
Sehingga menulis surat saat ini bukan merupakan hal yang sering bahkan telah punah. Padahal dengan berkirim surat walaupun terkesan “tempo dulu”, adalah salah satu resep lama yang membuat ikatan cinta semakin dalam. Tiap kata yang tertulis dengan goresan tangan terasa memiliki makna yang dlam ketimbang sebuah sms atau pesan singkat dalam chat.
Majalah Times India memberitakan bahwa wanita masih menyukai surat dlam bentuk ungkapan cinta. Walaupn nampak sederhana, namun kata-kata di dalamnya telah menggambarkan sebuah perasaan yang tak dapat dinilai dari perbandingan jaman sekarang.
Ada baiknya Anda tuliskan sepucuk surat untuk kekasih. Mungkin Anda tak dapat gambarkan perasaan Anda secara keseluruhan. Ungkapkan saja ketulusan Anda untuk mencintainya, maka dengan bumbu klasik sebuah surat, Anda telah menyampaikan perasaan dalam sekaligus melestarikan kebudayaan lama. Indahnya berkirim cinta melalui surat. (fdh).

Comments
Post a Comment