| cuaca panas/merdeka.com |
Cuaca panas ternyata memiliki pengaruh pada kejiwaan mereka yang sedang berpuasa. Udara panas dan terik matahari dapat membuat suasana hati memburuk, sehingga akhirnya lebih mudah untuk melakukan agresivitas baik dalam segi tindakan dan perkataan.
Seorang asisten profesor klinis psikiatri dan ilmu perilaku di Northwestern University Finberg School Medicine, Nancy Molitor menyatakan cuaca panas dan lembab mampu memacu peningkatan agresi. Jadi maklumi saja mereka yang mungkin sedikit berubah kurang menyennagkan di kala cuaca terik.
Kondisi di atas juga menyebabkan susah tidur, dehidrasi, dan keterbatasan melakukan beberapa aktivitas tertentu. Jadi bagi Anda yang berpuasa, jangan remehkan konsumsi air putih. Jika takut kembung ketika meminum banyak saat sahur, Anda dapat melakukan pencicilan ketika tarawih, di mana Anda juga akan merasakan kehausan seusai melaksanakan ibadah tersebut.
Cuaca panas rentan membuat seseorang bertindak di luar batas karena susahnya mengatur kestabilan emosi. Terlebih jika berpuasa yang tak diperbolehkan makan dan minum. Cuaca panas dapat menjadi ujian tersendiri bagi kita yang puasa.
Sekali lagi, penting untuk memenuhi kebutuhan air dalam tubuh selama waktu sahur dan berbuka, agar tubuh kita tak akan dehidrasi ketika berpuasa. Setelah itu, aturlah emosi Anda untuk tak terpancing dengan udara panas. Ada baiknya Anda menarik nafas panjang ketika mencoba mengendalikan amarah agar setidaknya mampu mengurangi sedikit beban emosi. Berpikirlah dua kali sebelum bertindak atau mengatakan sesuatu agar hasilnya tak menyakiti orang lain.
Cuaca panas tercipta untuk beberapa hal. Patut bagi kita untuk mensyukurinya dan tetap mengendalikan diri terutama saat berpuasa. Mari meraih kemenangan dengan berusaha mengendalikan hawa nafsu. Dengan demikian kita akan menjadi golongan orang yang beruntung. Insya Allah. (fdh)
Comments
Post a Comment