Landscappist.com - Film horor menjadi favorit tersendiri untuk beberapa orang. Mereka merasa tertantang untuk melihat adegan demi adegan yang membuat adrenalin terpacu dengan bumbu-bumbu utama yang diperlukan, keberanian. Film horor ternyata bagaikan aktivitas olahraga otak karena saat kita melihatnya, otak kita juga melakukan aktivitas secara penuh.
Penelitian ini dilakukan oleh The City College of New York and Colombia University. Adegan yang dipertontonkan adalah berupa musik dan perubahan adegan yang bermakna. Dengan melibatkan 20 orang responden beserta alat EEG atau Electrocephanology yang berfungsi mengukur aktivitas listrik pada otak melalui kulit kepala. 3 film yang digunakan dalam percobaan ini adalah Alfred Hitchcock's 'Bang! You're Dead', Sergio Leone's 'The Good, the Bad and the Ugly'.
Hasil yang diperoleh membuat para peneliti menyimpulkan bahwa korelasi saraf akan meningkat atau mencapai puncaknya saat adegan menegangkan terjadi, misalnya diujung kematian atau munculnya hal yang mengerikan. Namun pada adegan yang sama untuk kedua kalinya, seolah mengalami gratifikasi, aktivitas otak pun menurun.
Selain itu pada saat menonton film horor ini, otak akan bekerja penuh dengan memproduksi energi tambahan yang diarahkan pada aktivitas neurotransmitter yakni glutamat, dopamin dan serotonin. Sehingga dengan adanya aktivitas ini, tubuh layaknya siaga, waspada dan siap untuk berperang.
Selanjutnya tahukah Anda mengapa kaum wanita begitu membenci film ini dan lebih menyukai genre drama? Tentu saja karena wanita selalu berpikir negatif akan adegan yang selanjutnya datang. Sementara pria hanya duduk santai menikmati film tanpa berfikir apa yang akan terjadi selanjutnya.
Jadi setidaknya bagi Anda yang mungkin ingin meningkatkan reaksi tubuh untuk kewaspadaan misalnya mencegah tindakan kriminalitas, ada baiknya juga sesekali menonton film horor, tapi jangan terlalu memaksakan diri atau Anda akan susah tidur di malam hari. (fdh).
Penelitian ini dilakukan oleh The City College of New York and Colombia University. Adegan yang dipertontonkan adalah berupa musik dan perubahan adegan yang bermakna. Dengan melibatkan 20 orang responden beserta alat EEG atau Electrocephanology yang berfungsi mengukur aktivitas listrik pada otak melalui kulit kepala. 3 film yang digunakan dalam percobaan ini adalah Alfred Hitchcock's 'Bang! You're Dead', Sergio Leone's 'The Good, the Bad and the Ugly'.
Hasil yang diperoleh membuat para peneliti menyimpulkan bahwa korelasi saraf akan meningkat atau mencapai puncaknya saat adegan menegangkan terjadi, misalnya diujung kematian atau munculnya hal yang mengerikan. Namun pada adegan yang sama untuk kedua kalinya, seolah mengalami gratifikasi, aktivitas otak pun menurun.
| woman scare/123rf.com |
Selanjutnya tahukah Anda mengapa kaum wanita begitu membenci film ini dan lebih menyukai genre drama? Tentu saja karena wanita selalu berpikir negatif akan adegan yang selanjutnya datang. Sementara pria hanya duduk santai menikmati film tanpa berfikir apa yang akan terjadi selanjutnya.
Jadi setidaknya bagi Anda yang mungkin ingin meningkatkan reaksi tubuh untuk kewaspadaan misalnya mencegah tindakan kriminalitas, ada baiknya juga sesekali menonton film horor, tapi jangan terlalu memaksakan diri atau Anda akan susah tidur di malam hari. (fdh).
Comments
Post a Comment