| couple in rain/webmastergrade.com |
Cinta dan nafsu tampaknya berhubungan satu sama lain. Jika cinta ternyata juga dikendalikan oleh otak, ternyata otak juga punya peran yang sama yakni mengendalikan nafsu. Hanya saja kedua hal ini dikendalikan otak dengan daerah yang tidak sama, walaupun satu sama lain saling mempengaruhi.
Sebelumnya telah terdapat sekitar 20 penelitian tentang hal serupa yang mengamati aktivitas otak dengan cara memeriksa otak ketika relawan mengamati gambar erotis atau pasangannya. Dengan hal ini dapat diperoleh hubungan antara perasaan dengan hasrat seksual di dalam otak.
Ada daerrah khusus yang memang mengatur aktivitas yang menyenangkan yang dijumpai pada seks dan makanan. Sedangkan pada daerah yang lain mengatur perasaan atau disebut dengan cinta, salah satunya perasaan menyenangkan karena dihargai, atau bahkan reaksi karena kecanduan obat.
Cinta sebenarnya adalah semacam pola kebiasaan yang terbentuk dari hasrat seksual karena perasaan ingin dihargai. Lalu perasaan ini diproses oleh otak dengan reaksi yang sama ketika orang kecanduan obat narkotika.
Cinta juga seperti memberi jalan otak untuk membentuk perasaan mengikat dan rasa saling memiliki, inilah permulaan komitmen dan keinginan untuk selalu bersama satu sama lain antar pasangan. Kemudian beberapa daerah otak akan menjadi kurang aktif ketika cinta itu lebih dirasakan daripada ketika merasakan hasrat seksual.
Penulis studi Jim Pfaus yakni Profesor Psikologi di Concordia University di Montreal menyatakan bahwa perbedaan cinta dan nafsu bisa dilihat dari hasrat seksual yang memiliki tujuan spesifik dan cinta yang abstrak dan kompleks. Hal tersebut dilansir dalam Health.
Jadi setidaknya kita mengetahui bahwa cinta dan nafsu saling berkaitan walapun begitu masih dapat untuk dibedakan. Nafsu yang bertujuan spesifik mungkin mengarah pada pemenuhan kebutuhan fisik layaknya seks dan makanan. Sedangkan cinta yang abstrak melukiskan sesuatu yang tak dapat digambarkan dengan jelas, seperti perasaan ingin selalu bersama dan komitmen.
Pastinya hubungan dengan dasar nafsu tak akan menjadi sesuatu yang baik terlebih jika bagi mereka yang belum terikat dengan tali pernikahan. Pilihan untuk menjalani atas dasar cinta tetap mejadi prioritas terbaik, asal dapat saling mengendalikan diri. Ingat, bukankah cinta dan nafsu saling berkaitan? Berhati-hatilah. (fdh)
Comments
Post a Comment