![]() |
| look each other/flickr |
Beberapa orang mungkin terpakasa berbohong agar pihak lain tak sakit hati. Namun hal ini bukan hal yang bagus untuk dilakukan. Daripada hanya mempercayai kata-katanya, mengapa tak mengenali dan mencoba mencari fakta dari bahasa tubuhnya?
Bahasa tubuh tak dapat berbohong. Ketika ia nyaman atau tengah muak pada Anda, akan terlihat di mana bedanya. Simaklah beberapa tanda berikut agar Anda yakin apakah ia benar-benar menyukai Anda atau tidak.
Menatap Anda lebih dari 8 detik
Tatapan mata yang lama mengindikasikan betapa ia terpesona dan menginginkan Anda. Jadi sesekali tanyakan padanya barangkali ketika ia menatap Anda selama itu mungkin karena ada nasi yang menempel di pipi atau mungkin make up Anda yang luntur.
Kuantitas waktu ketika ia menatap Anda bisa mengartikan ia sedang mencoba menangkap Anda dalam pikiran. Sekalipun ia berkata tak menyukai Anda, namun tubuhnya tak akan mungkin berbohong, percaya saja pada apa yang dikatakan oleh tubuhnya.
Sering memberikan senyum pada Anda
Ini bukan pertanda ia tengah sedikit gila. Melainkan ia merasa nyaman bersama Anda. Maka a sedang berupaya membuat Anda merasakan apa yang ia rasakan. Senyuman yang ia pancarkan biasanya tulus, sehingga ia akan tampak lebih menarik tanpa ia sengaja melakukannya. Bahkan mungkin ketika Anda bercerita hal yang tidak lucu, mungkin ia akan tersenyum dan tertawa sebagai bentuk penghargaan terhadap usaha Anda. Baginya setiap usaha Anda sangat berharga di matanya.
Tatapan yang teduh
Tatapan ini mengartikan kenyamanan dan seberapa besar ia menginginkan Anda untuk selalu bersamanya. Harapan yang kuat ini akan selalu terpancar di matanya. Jangan heran jika ia akan betah berlama-lama menatap Anda. Tatapan teduh juga berati luapan perasaan yang ia miliki dan belum mampu ia lukiskan dengan kata-kata.
Terlihat canggung di hadapan Anda
Kadang-kadang ketika telah terpesona oleh sesuatu yang menarik, ia akan sulit mengendalikan dirinya. Sehingga ia akan tampak gugup dan sulit mengendalikan diri di depan Anda. Dia pun berharap mampu bersikap wajar, namun apa daya semakin ia berusaha semakin ia harus melawan dirinya agar dapet bersikap tenang.
Beberapa orang mungkin tak bisa mengatakan perasaannya secara langsung. Tapi keakuratan bahasa tubuh lebih dapat dipercaya dari pada ucapan lidah yang tak bertulang. Berbicara pun dapat mengalir tanpa terpikir. Mau mencoba mengamatinya? (fdh)

Comments
Post a Comment