| tomkatiedivorce/mydochub.com |
Itulah kenyataannya, perceraian dianggap sebagai solusi terbaik dalam menyelesaikan apa yang tak bisa diselesaikan sebelumnya. Kendati bagaikan menelan pil pahit, perceraian harus tetap dilewati jika memang tak ada jalan yang indah lagi. Bahkan seorang anak perlu pemahaman tentang perceraian.
Perceraian bukan hanya hal yang menyakiti pelakunyayakni mantan suami istri, perceraian menjadi serangan berat bagi anak, selain itu pihak keluarga pun menyayangkan perceraian, layaknya memutuskan sebuah tali persaudaraan antar keluarga menantunya walaupun masih tetap berjalan dengan baiknya.
Jalan akhir ini tak serta merta terjadi begitu saja. Maka ketahui dengan seksama apa penyebabnya, sehingga Anda tak akan mengalaminya dan membuat keluarga Anda juga terluka karenanya.
Buruknya komunikasi
Hubungan harmonis jelas berlatarkan komunikasi yang baik. Maka jika hal itu mulai memburuk, rasa saling percaya pun memudar dan tunggu saja tanggal mainnya. Kurangnya komunikasi saja setidaknya bisa berakibat kesalahpahaman. Maka jangan sekali-kali mengabaikan pentingnya faktor ini dan pahami aturan komunikasi dengan pasangan.
Kurang komitmen
Cinta tak cukup menjadi fondasi keutuhan sebuah hubungan tanpa komitmen. Ketiadaan komitmen bahkan tak hanya melanda pernikahan tanpa cinta, cinta tanpa komitmen bagaikan perjalanan tanpa tujuan. Komitmen membantu Anda tetap berada pada jalan yang harus Anda tempuh, serta tujuan bersama yang jelas, sebagai pengingat ketika Anda mulai keluar dari rute yang ditetapkan.
Kondisi keuangan
Keuangan meliputi faktor kuantitas yang tidak sesuai dengan harapan, atau penghasilan yang timpang. Uang merupakan masalah yang sensitif, jika tak dapat dibicarakan dengan baik-baik maka masalah akan bertambah rumit. Banyaknya kasus yang terjadi adalah istri yang tak puas dengan gaji suami, atau gaji istri yang lebih besar hingga terjadi ketimpangan dan buramnya hak dan kewajiban.
Kekerasan
Sikap ringan tangan dan mudah menyakiti secara fisik menjadi monster yang mengerikan terutama kaum perempuan. Kebanyakan dari mereka kurang menyadari sikap pria ini ketika sebelum menikah, atau berusaha memberikan toleransi hanya karena alasan cnta. Anda harus waspada dan berhati-hati. Kekerasan fisik maupun mental bukanlah perilaku yang menunjukkan indikasi sebuah cinta.
Hubungan intim yang tak memuaskan
Hubungan intim biasa disebut sebagai penguat pernikahan, maka ketika terjadi permasalahan dalam faktor ini misalnya ketidakpuasan salah satu pihak, maka biasanya ia akan mencari orang lain ata pelampiasan yang sekiranya mampu memebuhi kebutuhannya. Maka tak heran terkadang orang ketiga mulai masuk ke dalam cerita.
Campur tangan orang dekat
Ikatan yang hanya dibina pasanga ini pasti akan mulai goyah jika kurang mandiri, dengan adanya campur tangan orang lain misalnya keluarga, privasi atau ruang tersendiri bagi kedua orang akan terusak dan timbul ketidaknyaman. Maka seharusnya suami maupun istri berbicara baik-baik tanpa pengaruh orang lain. Ketika mereka butuh nasehat, saat itulah peranan orang terdekat baru dibutuhkan. Bukan sedikit-sedikit melibatkan orang lain.
Pernikahan memang sesuatu yang sakral untuk dijalankan. Cinta saja tak cukup mengatasi semua masalah. Kerja sama dan kekompakan Anda dan pasangan akan selalu teruji setiap saat. Pahami hal-hal dasar yang diperlukan dalam pernikahan. Sehingga, kompromi selalu menjadi saran terbaik. (fdh)
Comments
Post a Comment