![]() |
| sahabat/friend |
Dengan penelitian dari negara kanguru, maka terbongkarlah fakta bahwa persahabatan memiliki efek baik bagi kesehatan jiwa. Penelitian yang dilakukan Centre for Aging di Flinders University ini mmelibatkan 1500 orang dewasa dalam setahun. Terdapat sekitar 22 persen orang dewasa terlibat dalam jaringan pertemanan, mereka diketahui memiliki kondisi kejiwaan yang sehat.
Coba Anda bayangkan, persahabatan yang terbentuk mampu menjadi obat penawar Anda ketika sedih. Sahabat mampu menjadi teman bicara ketika Anda butuh untuk berbagi. Selain itu persahabatan juga memberi dampak menyenangkan, dimana Anda dapat menghabiskan waktu bersama orang terbaik yang mengerti Anda.
Anda pasti merasa kehilangan kala ia tak ada. Barangkali Anda pun turut sedih ketika ia sedang tertimpa masalah. Kedekatan dan saling berbagi ini mampu menguatkan mental Anda, terutama ketika Anda dalam masa-masa sulit dan butuh rekan berbagi dan mengisi.
Sedangkan masalah kesehatan fisik, Anda akan punya semacam pengawal pribadi yang bertugas menjaga Anda. Mengingatkan Anda untuk hidup sehat, dan mengikuti pola sehatnya. Ada teman fitness bersama, dan belum lagi kebiasaan sehatnya yang lain. Hal ini tentu saja dengan catatan bahwa ia merupakan sahabat yang baik, memberi dampak positif pada Anda. Bukan mereka yang pecandu rokok, narkoba maupun alkohol. Anda tentu sudah paham bagaimana memilih sahabat yang tepat dan sejalan dengan Anda.
Sahabat ternyata menyehatkan fisik maupun rohani Anda. Maka jangan ragu memiliki banyak sahabat yang baik. Selain itu jangan sampai kalah dari sahabat Anda, jika mereka punya segudang kebaikan untuk Anda, maka jadilah sumber kebaikan dan kebahagiaan bagi mereka juga. (fdh)

Comments
Post a Comment