| angrylady/glamour.com |
Jangan menuduh hati sebagai penyebab rasa benci. Ternyata otaklah yang berperan dan menjadi dalang atas semua ini. Adanya penelitian yang membeberkan fakta bahwa otaklah yang menjadikan benci itu muncul ketika beberapa daerah dalam otak aktif. Penelitian ini dilakukan oleh ilmuwan yang berhasil menemukan dasar-dasar kebencian dari sisi neurologis.
Seorang ahli saraf, Semir Zeki dari laboratorium Neurobiologi Universitas College London melakukan penelitian yang melibatkan 17 relawan orang dewasa dengan menggunakan alat MRI. Para peserta kemudian diperlihatkan gambar-gambar orang yang dibenci dan orang yang tak dikenal namun mampu membangkitkan rasa benci. Lalu dengan MRI peneliti mencoba mengidentifikasi bagian otak mana yang signifikan berpengaruh pada rasa benci.
Lalu fakta berbicara dengan ditemukan adanya sirkuit daerah kebencian di otak yang membuat bagian-bagian tertentu menjadi lebih aktif misalnya frontal gyrus, putamen kanan, premotor cortex dan media insula.
Seperti yang dikutip dalam Scientificamerican (2011), pada daerah otak tersebut membuat seseorang berperilaku agresif dengan adanya perasaan kemarahan, bahaya dan ketakutan yang ditunjukan dengan pola-pola yang berbeda.
Dengan aktifnya beberapa daerah otak ini akan menimbulkan rasa benci pada seseorang maupun benda. Hasil penelitian ini bahkan juga dilaporkan dalam PLoSONE edisi Oktober 2008. Pada salah satu area otak yang mengaktifkan rasa benci juga dapat berfungsi disaat orang menilai orang lain dan mengira-ngira perilakunya. Namun untuk perasaan cinta, tampaknya area ini diberhentikan.
Untuk daerah insula dan putamen yang aktif ketika membenci sesuatu, ternyata juga aktif dalam cinta yang romantis. Jadi nampaknya hal ini menjadi bukti ilmiah jika banyak orang berpendapat bahwa cinta dan benci saling berkaitan dan berbeda tipis.
Jadi jangan salahkan hati ketika Anda membenci seseorang. Sakit hati bukan alasan yang tepat selama Anda mampu dengan mudah memaafkannya. Buat apa membenci sesuatu jika berpikir secara positif dalam otak mampu membuat hati Anda merasa lebih nyaman?
Kebencian tidak berdasar dari hati jika Anda mampu memaafkan dan melupakan kesalahan dengan mudah. Jangan sakiti hati Anda sendiri dengan kebencian karena ada kehidupan indah yang akan terlewatkan dan tidak mampu Anda datangi jika hanya memenuhi hati dengan rasa sakit akan kebencian. (fdh)
Comments
Post a Comment