| muslim kid praying/jaihoon |
Begitu penuh keberkahannya bulan puasa seharusnya menjadi inspirasi bagi Anda untuk meningkatkan kapasitas diri, kedewasaan dan pemahaman lebih mendalam terhadap ilmu agama. Jika hal kecil saja memiliki tambahan nilai bagi Allah, mengapa Anda juga tidak mengembangkan potensi kebaikan sekalipun bermula dari hal yang kecil dan mungkin kurang dihargai. Asalkan niat kebaikan sudah tertanam dalam hati, maka benih itu akan tumbuh dan berkembang dengan kuat jika Anda dengan konsisten memberikan siraman kebaikan dan memberikan pupuk keimanan.
Ada nilai berharga yang sedang Tuhan coba ajarkan kepada. Betapa kita akan merasakan penderitaan saudara kita yang kurang beruntung hingga merasakan kelaparan dan kehausan. Lebih dari itu, puasa adalah semacam pelatihan kita untuk bersabar. Menahan diri untuk amarah dan melakukan hal yang tidak berarti, meninggalkan hal yang dilarang dan sebagainya.
Walaupun Ramadhan nampak menjadi “trend musiman” bagi mereka yang nampak “berubah” di bulan ini saja, alangkah baiknya Anda tetap menyimpan semangat Ramadhan walaupun bulan ini telah berakhir. Anda harus menjadi pribadi yang memiliki peningkatan baik dari segi kepribadian maupun ibadah. Jangan kalah dari diri sendiri untuk menyerah dengan keadaan di tengah menurunnya kondisi tubuh yang semakin membuat mudah godaan menerpa Anda.
Maka cobalah pahami beberapa kita berikut agar semangat Ramadhan selalu tertanam dalam jiwa Anda, sehingga Anda tak akan sulit mengembangkan kapasitas diri. Karena sejatinya Ramadhan juga mengajarkan kita meraih kemenangan melalui beragam amalan. Jadi jangan ragu meningkatkan kapasitas iman dan pribadi sebagai nilai kapasitas dalam diri Anda.
Niat kuat
Niat adalah langkah pertama dari segalanya. Kesulitan dan cobaan seakan menjadi ujian bagi niat Anda. Kekuatan iman akan selalu mendapatkan ujian. Begitupula dengan niat Anda. Semakin kuat niat untuk berubah menjadi baik, maka semakin kuat Anda akan menghadapi ujian. Hal ini akan setara dengan ujian yang Anda peroleh. Jadi jangan khawatir akan resiko ujian yang lebih besar, karena itulah cara Allah menarik Anda untuk lebih dekat, menjadikan Dia sebagai satu-satunya penolong dan tempat meminta yang terbaik.
Buka hati Anda
Ketika niat datang, kadangkala hati tak bisa bekerja sama. Seperti misalnya kebanyakan orang yang berkata, “menunggu hidayah”. Sadar atau tidak, Allah selalu memberikan mereka hidayah setiap saat. Namun hatilah yang memiliki peranan penting. Hatilah yang akan menjadikan manusia itu baik ataupun buruk pada akhirnya. Karena itu mengapa tak mengikuti hidayah itu saja? Mengikuti cahaya yang membimbing Anda, tak usah ragu jika itu mengenai kebaikan. Jangan takut untuk berubah menjadi baik, walaupun belum seutuhnya. Anda cukup memutuskan untuk mengikuti sinar hidayah itu, jangan takut ketidak sempurnaan. Karena Allah lah yang akan menjadi pelindung Anda. Tak akan ada daya dan upaya yang mampu mennadingiNya. Selama Anda luruskan tekad. Sekali lagi jangan menunggu hidayah. Buka hati Anda, hidayah selalu ada di sekitar Anda. Tentu saja jika Anda mau berpikir dan merasakannya.
Berkumpul dengan orang baik
Anda boleh berteman dengan siapa saja, namun untuk urusan meningkatkan kapasitas diri, pilihlah mereka yang mampu membimbing Anda menuju kebaikan. Tak ada larangan bagi Anda berteman dengan mereka yang memiliki sisi “gelap”, lebih bagus lagi jika Anda mengajak mereka bersama Anda, setidaknya belajar bersama. Bukankah itu indah, Anda bahkan memiliki teman, sekaligus “saingan” untuk menjadi lebih baik?
Teman yang baik akan memotivasi Anda menjadi lebih baik, sekaligus mampu membimbing Anda dan menjadi motivasi. Layaknya Anda akan menjadi wangi ketika mengunjungi toko parfum walaupun tak membeli dan memakai parfum itu, dan sebaliknya, tubuh Anda pun akan ikut bau ketika melewati tempat pembuangan sampah walaupun tak menyentuhnya. Teman akan menguatkan keteguhan niat Anda.
Jangan ragu memulai yang kecil
Banyak sarana ibadah Ramadhan yang ditawarkan Allah dengan pahala tinggi. Selain tetap mengerjakan ibadah wajib seperti shalat lima waktu dan puasa, jangan tinggalkan shalat tarawih. Mulailah menjalankan shalat dluha atau hajat sekalipun dengan bilangan rekaat yang kecil. Bukan kuantitas yang menjadi prioritas melainkan konsistensi. Ketika Anda konsisten, kuantitas akan bertambah dengan sendirinya.
Abaikan pendapat negatif orang
Salah satu penghambat yang menjadikan peningkatan kapasitas diri adalah cibiran dan sindiran orang sekitar hingga mampu mengendurkan niat Anda. Masalah klasik ini melemahkan semangat Anda. Mengapa Anda harus mendengar mereka yang tidak mengetahui sepenuhnya diri Anda? Pujian dan celaan akan menjadi pengiring setia. Namun saat ini menjadi “tuli” adalah pilihan terbaik. Jika celaan menjadikan Anda kecil hati, maka berbangga hati akan pujian juga merupakan bahaya besar, hati Anda akan goyah karena berbangga hati karena mendapatkan pujian, hal tersebut bisa merubah niat. Tak akan ada konsistensi dan keimanan yang teguh ketika mengharapkan pujian.
Hal di atas menjadi pokok cara termudah meningkatkan kapasitas keimanan Anda. Jangan menjadi orang yang merugi dengan melewatkan bulan mulia ini begitu saja. Anda akan meyesal. Tak banyak yang beruntung mampu bertemu dengan bulan penuh ampunan ini, tak ada kata terlambat untuk memulai. (fdh)
Comments
Post a Comment