Landscappist.com - Galau merupakan kata yang menjadi konsumsi harian anak-anak muda, terlebih wanita. Jika ada masalah dengan pacar, maka kebiasaan mereka adalah menulis status di jejaring sosial dengan tema yang serupa. Pusing dengan tuga menumpuk juga tak lepas dari kata “galau”.
Lalu bagaimana dengan galau jika mendengar lagu-lagu cinta? Sebenarnya hal ini cukup wajar apalagi bagi mereka para perempuan yang kelewat peka dengan perasaannya. Lagu-lagu dari musik yang ditawarkan saat ini tampaknya lebih mengupas tuntas perasaan dibandingkan dengan lagu-lagu di zaman dulu. Penulis lagu dan penyanyinya tampaknya lebih cerdas membuat para pendengar turut hanyut memiliki perasaan yang sama.
Kegalauan mendengarkan lagu cinta bahkan bisa membuat air mata jatuh berlinang. Tapi bagaimana jika Anda galau karena mendengarkan lagu tertentu? Anda harus mewaspadai hal ini, karena mudah galau bisa jadi disebabkan karena gangguan kelainan kromosom.
Sindrom kelainan kromosom karena mudah galau ini memiliki nama Sindrom Williams. Dengan sindrom ini seseorang akan menjadi labil karena perasaan tak menentu yang disebabkan kondisi hormonal yang naik turun. Saat mendengarkan lagu cinta yang romantis, seseorang bisa benar-benar terhanyut dan merasakan jatuh cinta. Sebaliknya jika mendengarkan lagu patah hati, air mata mengalir dan sedih secara bersamaan.
Efek yang berlebihan ini ditemukan dalam penelitian yang melibatkan 23 orang dewasa yang 13 diantaranya positif mengalami kelainan kromosom. Cirinya sama seperti yang telah disebutkan yakni perasaan yang tak menentu dan berubah-ubah, kecerdasan berkisar relatif rendah dan pertumbuhan pun lambat.
Keadaan hormonal yang mudah sekal berubah ini ternyata disebabkan kelainan gen pada kromosom nomor 7. Di dalam percobaan para relawan diperdengarkan lagu yang populer di tahun 1950-1960 dan ternyata tidak memberikan efek yang signifikan pada mereka yang normal. Hormon yang dimiliki tetap stabil, perubahan yang terjadi pada hormon bahkan tidak berefek pada perasaan.
Sedangkan bagi mereka yang terkena sindrom ini akan menjadi “galau dan kacau” ketika mendengarkan lagu yang bertemakan ingin dicintai. Hormon yang berperan adalah oksitosin dan vasopressin arsigin yang berkaitan dengan jatuh cinta ini langsung berproduksi lebih banyak.
Dengan penelitian ini, maka semakin kuatlah teori tentang kondisi genetik dan hormonal ternyata trut berperan saat manusia bersosialisi. Bahkan bagi mereka yang terkena sindrom Williams ini bisa jadi “susah jodoh” jika terlalu banyak mendengarkan patah hati yang berlebihan hingga putus asa, perasaan mereka sangat tergantung dari mood setelah mendengarkan lagu.
Jadi lagu yang sedih memang dapat menjadi teman ketika Anda kesepian maupun berduka. Namun baik Anda seseorang yang normal ataupun mudah labil ketika mendengarkan lagu-lagu cinta, ada baiknya lagu ceria menjadi prioritas untuk didengarkan. Selain semangat yang Anda dapatkan, akan ada banyak dorongan untuk berpikir positif dan melakukan kegiatan positif, semoga. (fdh)
![]() |
| sad girl/flickr |
Kegalauan mendengarkan lagu cinta bahkan bisa membuat air mata jatuh berlinang. Tapi bagaimana jika Anda galau karena mendengarkan lagu tertentu? Anda harus mewaspadai hal ini, karena mudah galau bisa jadi disebabkan karena gangguan kelainan kromosom.
Sindrom kelainan kromosom karena mudah galau ini memiliki nama Sindrom Williams. Dengan sindrom ini seseorang akan menjadi labil karena perasaan tak menentu yang disebabkan kondisi hormonal yang naik turun. Saat mendengarkan lagu cinta yang romantis, seseorang bisa benar-benar terhanyut dan merasakan jatuh cinta. Sebaliknya jika mendengarkan lagu patah hati, air mata mengalir dan sedih secara bersamaan.
Efek yang berlebihan ini ditemukan dalam penelitian yang melibatkan 23 orang dewasa yang 13 diantaranya positif mengalami kelainan kromosom. Cirinya sama seperti yang telah disebutkan yakni perasaan yang tak menentu dan berubah-ubah, kecerdasan berkisar relatif rendah dan pertumbuhan pun lambat.
Keadaan hormonal yang mudah sekal berubah ini ternyata disebabkan kelainan gen pada kromosom nomor 7. Di dalam percobaan para relawan diperdengarkan lagu yang populer di tahun 1950-1960 dan ternyata tidak memberikan efek yang signifikan pada mereka yang normal. Hormon yang dimiliki tetap stabil, perubahan yang terjadi pada hormon bahkan tidak berefek pada perasaan.
Sedangkan bagi mereka yang terkena sindrom ini akan menjadi “galau dan kacau” ketika mendengarkan lagu yang bertemakan ingin dicintai. Hormon yang berperan adalah oksitosin dan vasopressin arsigin yang berkaitan dengan jatuh cinta ini langsung berproduksi lebih banyak.
Dengan penelitian ini, maka semakin kuatlah teori tentang kondisi genetik dan hormonal ternyata trut berperan saat manusia bersosialisi. Bahkan bagi mereka yang terkena sindrom Williams ini bisa jadi “susah jodoh” jika terlalu banyak mendengarkan patah hati yang berlebihan hingga putus asa, perasaan mereka sangat tergantung dari mood setelah mendengarkan lagu.
Jadi lagu yang sedih memang dapat menjadi teman ketika Anda kesepian maupun berduka. Namun baik Anda seseorang yang normal ataupun mudah labil ketika mendengarkan lagu-lagu cinta, ada baiknya lagu ceria menjadi prioritas untuk didengarkan. Selain semangat yang Anda dapatkan, akan ada banyak dorongan untuk berpikir positif dan melakukan kegiatan positif, semoga. (fdh)

Comments
Post a Comment