Landscappist.com - Hello landscapper, adalah sunnah jika seusai hari raya untuk melakukan puasa selama 6 hari bagi umat muslim. Tak hanya mereka para cendekia muslim yang mengakui manfaat puasa Syawal, bahkan mereka para ahli gizi semakin memperkuat sisi positif puasa Syawal ini.
Puasa di bulan Ramadhan membuat sistem pencernaan berjalan lebih lambat dari hari biasanya. Pola makan yang berubah dengan tidak adanya makan siang dan anjuran mengkonsumsi makanan lembut untuk berbuka mampu membuat perut Anda nyaman untuk beristirahat.
Sedangkan setelah Ramadhan berakhir, efek “balas dendam” sering terjadi pada sebagian orang. Hingga untuk mencegah kekagetan pada perut, maka sistem pencernaan butuh penyesuaian setidaknya 3 hari sampai satu minggu. Itulah mengapa puasa Syawal sangat dianjurkan.
Para ahli gizi menyarankan untuk mengkonsumsi makanan yang lembut setidaknya hingga hari ketiga berpuasa. Inilah masa adaptasi dari peralihan menuju pola makan yang biasanya.
Tekstur lembut tak cukup. Pertimbangkan juga porsi, berlebihan selalu identik dengan sesuatu hal yang tak baik bagi Anda. Akan lebib bernilai positif jika umat muslim menjalankan ibadah puasa Syawal di 6 hari pertama setelah 2 hari lebaran, hari di mana haram untuk berpuasa. Idealnya memang masa transisi membutuhkan waktu semingguan. Jadi 6 hari sudah cukup memberikan manfaat yang positif bagi kesehatan Anda.
Tak hanya memiliki sisi positif bagi kesehatan. Secara ketuhanan, puasa Syawal juga memberikan tambahan nilai bagi Anda di mata Tuhan. Juga merupakan bentuk keberhasilan ibadah dan nilai kemenangan di bulan Ramadhan. Bahwasanya kemenangan itu bukan akhir, melainkan sebuah permulaan sebuah peningkatan ibadah yang lebih baik. Bukan begitu? (fdh)
Puasa di bulan Ramadhan membuat sistem pencernaan berjalan lebih lambat dari hari biasanya. Pola makan yang berubah dengan tidak adanya makan siang dan anjuran mengkonsumsi makanan lembut untuk berbuka mampu membuat perut Anda nyaman untuk beristirahat.
| spoon and plate/ourlittlekingdom.com |
Para ahli gizi menyarankan untuk mengkonsumsi makanan yang lembut setidaknya hingga hari ketiga berpuasa. Inilah masa adaptasi dari peralihan menuju pola makan yang biasanya.
Tekstur lembut tak cukup. Pertimbangkan juga porsi, berlebihan selalu identik dengan sesuatu hal yang tak baik bagi Anda. Akan lebib bernilai positif jika umat muslim menjalankan ibadah puasa Syawal di 6 hari pertama setelah 2 hari lebaran, hari di mana haram untuk berpuasa. Idealnya memang masa transisi membutuhkan waktu semingguan. Jadi 6 hari sudah cukup memberikan manfaat yang positif bagi kesehatan Anda.
Tak hanya memiliki sisi positif bagi kesehatan. Secara ketuhanan, puasa Syawal juga memberikan tambahan nilai bagi Anda di mata Tuhan. Juga merupakan bentuk keberhasilan ibadah dan nilai kemenangan di bulan Ramadhan. Bahwasanya kemenangan itu bukan akhir, melainkan sebuah permulaan sebuah peningkatan ibadah yang lebih baik. Bukan begitu? (fdh)
Comments
Post a Comment