| menstrual cramps/abdopain.com |
Perempuan mengalami nyeri kronis di seluruh bagian tubuh dengan prosentase 50 persen lebih banyak dibandingkan pria. Sedangkan untuk sakit kepala sebelah, perempuan bisa 2,5 kali terserang dibandingkan dengan kaum adam.
Sebuah studi di Atlanta Center for Behavioral Medicine yang dikutip ScienceDaily bahkan telah dipresentasikan dalam American Psychological Assosiation di San Diego menyimpan dugaan bahwa “penderitaan” wanita ini terkait dengan faktor hormonal. Ketika pubertas, estrogen memang berperan banyak dalam migrain.
Secara hormonal ternyata menyebabkan perbedaan reaksi antara pria dan wanita dalam meyikapi rasa nyeri. Pada pria memang lebih mengandalkan fisik untuk merespon nyeri. Sedangkan untuk makhluk yang terkenal dengan perasaannya ini biasa berimbas pada mood atau suasana hati.
Daripada merasakan sakit secara fisik, perempuan lebih terfokus pada rasa sakit yang intens, karena emosi berkaitan dengan nyeri yang selalu direspon dengan negatif. Hal tersebut merupakan penjelasan Dr Kelly, seorang psikolog yang menangani penelitian tersebut.
Sehingga tak heran penanganan nyeri pada perempuan tentu berbeda dengan para pria. Karena itulah akan dikembangkan terapi khusus untuk mengatasinya. Dr Kelly menyarankan penambahan dukungan psikologis pada perempuan, bahkan jika perlu dilakukan relaksasi agar suasana hati kembali menjadi baik.
Jadi jika mungkin Anda mendapati kaum hawa tengah berada pada suasana hati yang kurang bersemangat seperti biasanya bisa jadi ia tengah mengalami nyeri dan menahan rasa sakit. Tak perlu ikut “sensi” untuk mengatasinya karena hal ini hanya akan menambah buruk suasana. Cukup berikan ia pengertian dan dorongan semangat agar ia bisa melupakan rasa nyeri. Rasa sakit yang berdampak pada suasana hati juga dapat disembuhkan dengan mengubah suasana hatinya. Bukankah begitu? (fdh)
Comments
Post a Comment