| simple life/bloglovin.com |
Sayangnya manusia dibekali dengan hasrat dan nafsu. Jadi ketika tak ada kebersyukuran, seolah lintah yang tak akan berhenti hingga darah itu habis, manusia tidak akan mengenal kata cukup dan puas.
Contoh kecil saja yang sedang marak kali ini adalah kenaikan harga bahan pokok dikarenakan meningkatnya jumlah permintaan atau semacam kekhawatiran akan kekurangan bahan makanan ketika puasa. Hingga akhirnya mayoritas ibu-ibu menimbun sebanyak mungkin bahan makanan. Sedangkan tidak semua bahan efektif untuk digunakan.
Meningkatnya permintaan pasar membuat harga naik. Padahal pada saat berpuasa utamanya ketika sahur dan berbuka, tidak ada anjuran berbuka dengan sesuatu yang mewah dan berlebihan. Kesederhanaan bisa terlihat dari bahan makanan dengan gizi yang cukup dan seimbang.
Jika Anda teliti mengamati, maka gaya hidup mewah memang menjadi satu trend saat ini. Kadangkala bahkan terlalu memaksakan diri. Sehingga jika tidak kuat menahan godaan, maka segala cara akan dilakukan terutama sesuatu yang melanggar hukum dan norma hanya untuk memenuhi kebutuhan akan gengsi.
Sedangkan gaya hidup sederhana menjadi stempel dan penyempitan makna teruntuk mereka yang tak mampu saja. Padahal khususnya mereka yang memeluk agama Islam telah diajarkan lewat berpuasa bagaimana merasakan golongan yang kurang beruntung. Hanya saja fenomena “berlebihan” sering muncul manakala hidangan berbuka dan sahur yang berlebihan, baju yang harus baru dan mewah saat lebaran, dst. Padahal semua itu bukan sesuatu yang menjadi kewajiban untuk dilakukan.
Simaklah beberapa makna dan sisi positif dari hidup sederhana berikut ini.
Kesederhanaan melambangkan betapa Anda menikmati kebutuhan Anda seperlunya. Betapa Anda bersyukur dan merasa cukup akan apa yang Anda miliki saat ini. Hal ini juga bentuk rasa syukur atas Karunia Tuhan. Dengan demikian Anda tak perlu repot dengan segala macam keinginan yang tiada habisnya.
Ketenangan akan menjadi manfaat dari hidup sederhana. Karena selain tak perlu repot memikirkan dana tambahan untuk hidup mewah, Anda juga merasa tenang dengan apa yang Anda miliki. Tak perlu repot menjaga harta dan kekhawatiran terhadap tindakan kriminal yang menyangkut materi maupun nyawa.
Selanjutnya pada kehidupan sederhana, Anda akan temukan teman sehati yang baik. Ketahuilah hanya mereka yang bijaksana yang mengaplikasikan hidup sederhana. Bahkan untuk mereka yang hidup sederhana diketahui lebih memiliki banyak teman “setia” dibandingkan mereka yang boros. Bagaimana tidak, hidup sederhana bukan berarti hidup pelit karena ada sebagian yang disisihkan dan didonasikan hanya bagi mereka yang membutuhkan. Sementara mereka yang bermewah-mewahan terikat dengan pergaulan yang tak dipungkiri berbau dengan iri dan kepalsuan. Persaingan dalam kemewahan dan kedekatan yang hanya sebatas keperluan menjadikan kemewahan hanya sebagai alat pemancing kepura-puraan.
Selain bebas dari tindakan kriminal, hidup sederhana juga menjaga perilaku Anda dari tindakan tercela seperti korupsi. Ada beberapa orang yang terpaksa mengambil yang bukan haknya karena terdesak memenuhi kebutuhan akan kemewahan.
Seperti yang dikatakan dan diperingatkan oleh Tuhan bahwa sejatinya harta hanya titipan dan menjadi salah satu perhiasan dunia. Memang tak salah banyak orang menjadi silau dan berlomba-loma menumpuknya menjadi milik sendiri. Namun keserakahan dan kemewahan hanya menjadi awal dari sebuah kehancuran.
Cukup dengan kesederhanaan hati Anda akan merasa tentram. Sambil tetap mengingat ada hak mereka di dalam harta Anda. Jadi apa Anda masih tergoda dengan kemewahan? (fdh)
Comments
Post a Comment