Landscappist.com - Dear landscappist. Pernahkah Anda merasa bermasalah dengan uban? Merasa tua? atau bahkan merasa diri Anda minder dan tidak menarik? Sebenarnya, uban adalah hal alami yang biasa terjadi ketika usia seseorang telah menuju masa senja. Karena dianggap merusak penampilan dan seolah “memboroskan” umur, kebanyakan orang dengan keras menolak kehadiran uban hingga menggunakan segala cara untuk mempertahankan rambut yang hitam.
| george cloney/okezone |
Penelitian dilakukan pada binatang babi hutan yang memiliki uban di seluruh tubuhnya. Babi hutan dengan uban ternyata memiliki kondisi tubuh yang prima dan juga lebih sehat. Ditemukan juga kerusakan oksdatif yang rendah pada babi hutan beruban. Sedangkan pada babi hutan dengan rambut merah justru rentan terserang penyakit.
Laporan penelitian terbaru yang dimuat dalam jurnal Physiological and Biochemical Zoology, babi hutan dengan rambut merah justru ditemukan banyak memiliki kerusakan sel dibandingkan dengan babi beruban. Rambut merah yang dimiliki ternyata membutuhkan peran antioksidan yang banyak, padahal antioksidan berguna menangkal radikal bebas yang dapat menghalangi kerusakan sel.
Tak hanya pada binatang, pada manusia tentu saja telah dilakukan penelitian dengan hasil bahwa mereka yang berambut merah, pigmen serta ormelanins dinyatakan lebih beresiko tinggi terkena kanker daripada mereka yang beruban.
Jadi jangan khwatir jika rambut hitam Anda memutih. Biarkan antioksidan Anda berperan menangkal radikal bebas, bukan untuk membuat rambut Anda menjadi indah. Penuaan memang sejatinya terjadi dengan alami dan terproses dengan sendirinya. Tak perlu mencemaskannya secara berlebihan.
Tuhan telah menciptakan kebaikan dalam setiap hal. Termasuk pada proses penuaan dan uban yang menjadi salah satu indikasinya. Bukankah menarik, rambut dengan uban adalah bukti dan saksi bahwa Anda telah melewati hidup dengan baik dan sehat. Jadi mengapa tak bangga saja menunjukkan perjuangan hidup Anda pada mereka? (fdh)
Comments
Post a Comment