| toilet training/parentzone.com |
Meskipun lupa, namun pelatihan toilet sangat penting bagi balita. Kita tidak bisa selamanya mengandalkan orangtua. Terutama masalah toliet training ini sudah mencakup area pribadi kelak ketika dewasa nanti.
Jika pelatihan toilet ini tidak dapat berjalan dengan sempurna, umumnya secara mental anak akan selalu memiliki rasa ketergantungan. Selain itu secara fisik, kurangnya kontrol untuk buang air kecil dan besar. Tak jarang ditemukan kasus anak SD atau SMP pipis di kelas atau pipis sembarangan. Anda tentu tak ingin hal tersebut terjadi. Jadi ketahuilah beberapa tips toilet training berikut
Pemahaman pada anak
Yang pertama dan penting untuk dilakukan adalah pemberian pemahaman pada anak bagaimana pentingnya melakukan buang air besar dan kecil sesuai waktu dan tempatnya. Jangan menggunakan kalimat yang berlebihan dan membuatnya bingung. Cukup berikan saja penjelasan bagaimana dan kapan saat yang tepat untuk ke kamar mandi, misalnya sakit perut. Jangan sampai ia diam dan membiarkan kotoran menumpuk di popok dan celana.
Setelah ia tahu “kode” tersebut, mintalah ia bereaksi untuk kemudian Anda antarkan ke toilet. Penting juga mengingatkan padanya agar tak menunda dan melakukan “pengeluaran’ sesuai dengan waktunya karena penundaan dapat menyebabkab sesuatu yang tak sehat pada kesehatannya.
Ajarkan penggunaan toilet
Ajarkan anak untuk menggunakan peralatan toilet. Awalnya mungkin akan membutuhkan banyak kesabaran. Hal ini sangat wajar. Dampingi dan perhatikan ia selama di toilet. Terangkan bahwa ada saatnya ia nanti harus meninggalkan popok. Ditambah lagi penggunaan popok tidak akan higienis.
Memastikan anak merasa nyaman
Ada sesuatu kekhawatiran pada diri anak ketika pertama harus melakukan toilet training, bisa jadi kenyamanan pada popok dan tak ingin melepaskannya karena faktor kecemasan tentang sesuatu yang baru. Karena itu pastikan anak aman dan merasa nyaman saat berlatih menggunakan toliet. Jangan remehkan pelatihan ini. Sesuatu hal yang tak membuatnya nyaman saat berlatih bisa menjadikannya trauma dan ada pengaruhnya dalam pembentukan kepribadian anak.
Ajarkan dengan alami
Pada beberapa kasus, anak akan membangkang dan menolak pelatihan ini. Anda harus bersabar dan ingatlah ini juga termasuk hal yang wajar. Lama kelamaan ia akan menyadari manfaat pelatihan ini dengan sendirinya dan secara sukarela melakukan tanpa paksaan.
Beberapa point penting yang harus Anda pastikan dalam hal ini adalah bahwa anak tahu kapan saatnya ke toilet, keberanian ke toilet dan penggunaan alat toilet secara mandiri. Jadi tekankan poin tersebut sambil terus sabar dalam mengajarinya. Jangan semena-mena dan “galak” padanya. Kelembutan akan lebih baik karena itu menambah kenyamanan dan memperlancar anak dalam belajar. Semoga berhasil. (fdh)
Comments
Post a Comment