| angry lady/heartsandminds.org |
Ternyata bagi mereka yang temperamental ini memang lebih berisiko terkena stroke daripada mereka yang biasa saja namun memiliki kebiasaan merokok. Dengan mengadakan penelitian yang melibatkan 150 orang yang terkena stroke, para ilmuwan Spanyol mencoba membandingkan mereka dengan 300 orang sehat yang lingkunanya sama dengan penderita stroke tersebut. Selain riwayat penyakit yang menjadi sorotan, nampaknya sisi kepribadian para relawan juga menjadi fokus utama.
Mereka yang memiliki sifat temperamental, mudah marah, galak dan tidak ramah agaknya punya riwayat stres yang cukup kronis dibandingkan mereka yang lebih santai menjalani hidup sekaligus menganggapi segala sesuatunya dengan sabar dan tetap ramah. Ternyata stres punya andil dalam resiko terkena stroke sama halnya dengan penyebab stroke karena merokok.
Ternyata dalam penelitian ini juga ditemukan fakta bahwa orang pemarah dan juga kebiasaan merokok punya andil resiko stroke hingga dua kali lipat. Peningkatan resiko stroke ini diperparah dengan riwayat pengalaman traumatis misalnya kesedihan mendalam yang tak terobati dapat membuat resiko ini semakin meningkat hingga 4 kali lipat.
Jadi tak ada salahnya mulai sekarang Anda berdamai dengan diri sendiri untuk mengurangi kebiasaan pemarah dan galak lalu mencoba untuk bersikap ramah pada semua orang. Selain dampaknya mengurangi stres pada diri sendiri, resiko stroke yang menurun, relasi dengan kebanyakan orang akan semakin membaik. Hal tersebut bernilai positif bukan bagi kehidupan Anda? Bandingkan saja jika Anda berniat baik namun mendapatkan respon yang galak. Tentu hal ini amat tak menyenangkan. Demikian sebaliknya dengan orang lain. Jadi tunggu apalagi? (wd)
Comments
Post a Comment