Landscappist.com - Wanita memang mendapat predikat makhluk yang punya rentang usia kehidupan yang lebih panjang daripada kaum Adam. Namun demikian, sebagai perempuan juga harus tetap menjaga kesehatan untuk beruntung mendapatkan usia yang panjang. Karena semakin hari, resiko untuk menderita penyakit berbahaya semakin tinggi. Tingginya angka polusi, gaya hidup yang buruk serta perubahan cuaca yang tak menentu akan memberikan dampak yang kurang baik bagi tubuh.
Dalam Sheknows, Jumat (19/10/2012), inilah 6 penyakit yang seringkali menyebabkan wanita lebih dini dijemput oleh kematian.
Kanker payudara
Beberapa jenis kanker seperti kanker usus dan kanker kulit menjadi penyakit yang mematikan bag wanita, namun tetap saja kanker payudara menjadi langganan tetap penyakit mematikan yang mengincar perempuan. Apalagi jika telah terlambat melakukan penanganan dan kanker sudah menjalar hingga pada stadium 4, maka kemungkinan untuk bertahan hidup menjadi semakin tipis.
Pengobatan alternatif maupun medis menjadi sesuatu yang wajib dilakukan. Tapi untuk pencegahan, melakukan tes payudara lebih dini akan membuat harapan hidup semakin besar manakala diketahui adanya benjolan kanker sedini mungkin juga akan membuat penanganan berjalan sedini mungkin.
Menurut American Cancer Society, faktor utama yang beresiko menyebabkan kanker adalah gen, usia yang bertambah tua, riwayat keluarga, tidak hamil, melahirkan, obesitas dan konsumsi alkohol. Jika di dalam riwayat keluarga Anda terdapat sejarah kanker payudara, pencegahan agar tidak terkena kanker adalah dengan tidak merokok, tetap menjaga berat badan yang ideal, berolahraga, makan makanan yang bergizi, menyusui, periksa dini secara berkala, tidak memium alkohol dan menghindari polusi.
Gangguan pernafasan kronis
Penyakit asma, bronkitis atau emfisema akan menjadi ancaman terbesar bagi Anda seorang wanita perokok atau jika Anda bermukim di lingkungan yang tercemar atau berpolusi. Jika pria diketahui memiliki resiko lebih besar dalam penyakit ini, ternyata fakta justru berbicara lain.
Stroke
Stroke menduduki peringkat ketiga sebagai penyebab kematian pada wanita. Stroke terjadi akibat otak gagal dalam menjalankan fungsi dikarenakan adanya gangguan aliran darah dalam otak karena adanya penyumbatan arteri atau aneurisma.
Stroke diketahui dengan tanda mati rasa secara mendadak pada bagian wajah atau tubuh, susah untuk berjalan, gangguan penglihatan, atau sakit kepala. Namun wanita mempunyai gejala tambahan seperti nyeri pada wajah, nyeri dada, cegukan mendadak, dan sesak nafas.
Stroke dapat terjadi kapan saja dalam usia berapapun. Namun seiring berjalannya usia, maka kemungkinan untuk menderita stroke semakin besar. Apalagi jika gaya hidup yang buruk disertai dengan tekanan darah yang tinggi dan kurangnya olahraga.
Depresi
Seperti yang banyak orang tahu bahwa wanita lebih rentan menderita depresi dibandingkan dengan pria. Belum ada alasan jelas untuk menggambarkan fenomena ini. Hanya saja ada dugaan bahwa setelah melahirkan akan ada perubahan hormon dan selama menopause akan memicu kondisi depresi.
Memang depresi menyerang secara kejiwaan, namun dampaknya dapat juga dirasakan secara fisik dengan timbulnya beberapa penyakit tertentu. Bahkan jika tak mampu mengatasi depresi, seseorang bahkan melakukan jalan pintas dengan bunuh diri.
Itulah beberapa penyakit yang dapat menjadikan wanita meninggal lebih muda. Karena itu, perlu usaha maksimal dalam menikmati hidup yang singkat ini. Menjaga kesehatan, berolahraga, makan bergizi secara teratur dan tetap menjaga hati agar terhindar dari depresi dapat membuat Anda terhindar dar berbagai penyakit dan tentu saja, hidup lebih lama. (fdh)
| healthy woman/colourbox.com |
Dalam Sheknows, Jumat (19/10/2012), inilah 6 penyakit yang seringkali menyebabkan wanita lebih dini dijemput oleh kematian.
Kanker payudara
Beberapa jenis kanker seperti kanker usus dan kanker kulit menjadi penyakit yang mematikan bag wanita, namun tetap saja kanker payudara menjadi langganan tetap penyakit mematikan yang mengincar perempuan. Apalagi jika telah terlambat melakukan penanganan dan kanker sudah menjalar hingga pada stadium 4, maka kemungkinan untuk bertahan hidup menjadi semakin tipis.
Pengobatan alternatif maupun medis menjadi sesuatu yang wajib dilakukan. Tapi untuk pencegahan, melakukan tes payudara lebih dini akan membuat harapan hidup semakin besar manakala diketahui adanya benjolan kanker sedini mungkin juga akan membuat penanganan berjalan sedini mungkin.
Menurut American Cancer Society, faktor utama yang beresiko menyebabkan kanker adalah gen, usia yang bertambah tua, riwayat keluarga, tidak hamil, melahirkan, obesitas dan konsumsi alkohol. Jika di dalam riwayat keluarga Anda terdapat sejarah kanker payudara, pencegahan agar tidak terkena kanker adalah dengan tidak merokok, tetap menjaga berat badan yang ideal, berolahraga, makan makanan yang bergizi, menyusui, periksa dini secara berkala, tidak memium alkohol dan menghindari polusi.
Gangguan pernafasan kronis
Penyakit asma, bronkitis atau emfisema akan menjadi ancaman terbesar bagi Anda seorang wanita perokok atau jika Anda bermukim di lingkungan yang tercemar atau berpolusi. Jika pria diketahui memiliki resiko lebih besar dalam penyakit ini, ternyata fakta justru berbicara lain.
Stroke
Stroke menduduki peringkat ketiga sebagai penyebab kematian pada wanita. Stroke terjadi akibat otak gagal dalam menjalankan fungsi dikarenakan adanya gangguan aliran darah dalam otak karena adanya penyumbatan arteri atau aneurisma.
Stroke diketahui dengan tanda mati rasa secara mendadak pada bagian wajah atau tubuh, susah untuk berjalan, gangguan penglihatan, atau sakit kepala. Namun wanita mempunyai gejala tambahan seperti nyeri pada wajah, nyeri dada, cegukan mendadak, dan sesak nafas.
Stroke dapat terjadi kapan saja dalam usia berapapun. Namun seiring berjalannya usia, maka kemungkinan untuk menderita stroke semakin besar. Apalagi jika gaya hidup yang buruk disertai dengan tekanan darah yang tinggi dan kurangnya olahraga.
Depresi
Seperti yang banyak orang tahu bahwa wanita lebih rentan menderita depresi dibandingkan dengan pria. Belum ada alasan jelas untuk menggambarkan fenomena ini. Hanya saja ada dugaan bahwa setelah melahirkan akan ada perubahan hormon dan selama menopause akan memicu kondisi depresi.
Memang depresi menyerang secara kejiwaan, namun dampaknya dapat juga dirasakan secara fisik dengan timbulnya beberapa penyakit tertentu. Bahkan jika tak mampu mengatasi depresi, seseorang bahkan melakukan jalan pintas dengan bunuh diri.
Itulah beberapa penyakit yang dapat menjadikan wanita meninggal lebih muda. Karena itu, perlu usaha maksimal dalam menikmati hidup yang singkat ini. Menjaga kesehatan, berolahraga, makan bergizi secara teratur dan tetap menjaga hati agar terhindar dari depresi dapat membuat Anda terhindar dar berbagai penyakit dan tentu saja, hidup lebih lama. (fdh)
Comments
Post a Comment