Landscappist.com - Sinar matahari pagi merupakan kenikmatan Tuhan yang diberikan kepada umat manusia. Cahaya pagi pun juga mengandung banyak manfaat bagi kesehatan, khususnya untuk kesehatan kulit dan tulang. Maka dari itu, bagi Anda yang telah mengawali pagi dengan aktivitas olahraga, ataupun sudah berangkat kerja dengan menggunakan sepeda. Kesempatan tersebut sangat baik untuk sedikit membiarkan kulit Anda dibelai oleh sinar matahari pagi. Beberapa manfaat sinar matahari pagi dirangkum dalam penjelasan sebagai berikut.
Fungsi Penyerapan Kalsium
Sinar matahari memiliki fungsi untuk mengubah provitamin D yang berada di bawah kulit untuk diubah menjadi Vitamin D. Vitamin D yang distimulasi oleh sinar matahari tersebut berfungsi untuk membantu penyerapan kalsium. Kalsium memiliki manfaat untuk kepadatan tulang dan kekuatan gerak otot. Sehingga, secara tidak langsung vitamin D dapat menjaga kesehatan tulang dan juga gigi. Selain itu, juga turut menjaga kestabilan sistem pernafasan serta memiliki fungsi untuk meningkatkan imunitas tubuh.
Mencegah Kerusakan Kulit
Banyak orang yang salah sangka bahwa sinar matahari menjadi penyebab utama kerusakan kulit. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di Australia, diketahui bahwa paparan sinar matahari ternyata dapat juga melindungi kulit dari kerusakan DNA, bahkan, menurunkan resiko kerusakan DNA kulit hingga 50%.
Efek penuaan dini pada wajah dan bintik hitam di wajah merupakan implikasi dari kerusakan DNA pada kulit. Sehingga, pada dasarnya dengan melakukan aktivitas berjemur, akan membantu vitamin D yang terbentuk di jaringan kulit dan mencegah efek kerusakan DNA. Pada studi yang berbeda menguatkan kesimpulan bahwa manfaat sinar matahari bagi kulit. Disebutkan bahwa kekurangan paparan sinar matahari dapat mengurangi jumlah vitamin D substansial yang terdapat dalam tubuh. Hal ini akan menyebabkan seseorang mudah sekali terserang penyakit. Penyakit seperti kanker payudara, diabetes, penyakit jantung, depresi, ternyata erat kaitannya dengan kekurangan vitamin D.
Waktu dan Durasi Berjemur
Kapan dan berapa lama waktu untuk berjemur guna memperoleh vitamin D yang baik bagi tubuh adalah ketika pagi dan sore hari. Waktu dimana pancaran sinar matahari tidak terlalu menyengat kulit. Lama waktu untuk berjemur ternyata cukup 5 hingga 10 menit. Sedangkan, saat musim hujan, pakar kesehatan menganjurkan waktu sebanyak 10-30 menit. Aktivitas ini bisa dikombinasikan dengan olahraga pagi seperti joging, senam, dan bersepeda untuk melatih otot-otot dan membakar lemak tentunya. Disisi lain, bagi Anda yang memiliki warna kulit lebih gelap dianjurkan untuk menjemur kulit pada sinar matahari sekitar 15-60 menit setiap hari.
Manfaat berjemur ini tentunya seringkali terlupakan, terlebih bagi Anda yang sibuk bekerja ataupun yang takut sinar matahari karena warna kulit Anda yang putih. Sebenarnya, sinar matahari lebih membuat Anda sehat. Maka dari itu, sudah wajar bagi Anda untuk meluangkan waktu berjemur. Berjemur tidak harus dilakukan dengan pakaian terbuka. Karena pada dasarnya yang diperlukan adalah gelombang panjang sinar matahari yang dapat menembus pakaian, dan tidak harus menggunakan pakaian yang terbuka. Tetap kenakan pakaian yang sopan dan menutup aurat Anda. Selamat mencoba! (wd)
| sunshine for health/glamour.com |
Fungsi Penyerapan Kalsium
Sinar matahari memiliki fungsi untuk mengubah provitamin D yang berada di bawah kulit untuk diubah menjadi Vitamin D. Vitamin D yang distimulasi oleh sinar matahari tersebut berfungsi untuk membantu penyerapan kalsium. Kalsium memiliki manfaat untuk kepadatan tulang dan kekuatan gerak otot. Sehingga, secara tidak langsung vitamin D dapat menjaga kesehatan tulang dan juga gigi. Selain itu, juga turut menjaga kestabilan sistem pernafasan serta memiliki fungsi untuk meningkatkan imunitas tubuh.
Mencegah Kerusakan Kulit
Banyak orang yang salah sangka bahwa sinar matahari menjadi penyebab utama kerusakan kulit. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di Australia, diketahui bahwa paparan sinar matahari ternyata dapat juga melindungi kulit dari kerusakan DNA, bahkan, menurunkan resiko kerusakan DNA kulit hingga 50%.
Efek penuaan dini pada wajah dan bintik hitam di wajah merupakan implikasi dari kerusakan DNA pada kulit. Sehingga, pada dasarnya dengan melakukan aktivitas berjemur, akan membantu vitamin D yang terbentuk di jaringan kulit dan mencegah efek kerusakan DNA. Pada studi yang berbeda menguatkan kesimpulan bahwa manfaat sinar matahari bagi kulit. Disebutkan bahwa kekurangan paparan sinar matahari dapat mengurangi jumlah vitamin D substansial yang terdapat dalam tubuh. Hal ini akan menyebabkan seseorang mudah sekali terserang penyakit. Penyakit seperti kanker payudara, diabetes, penyakit jantung, depresi, ternyata erat kaitannya dengan kekurangan vitamin D.
Waktu dan Durasi Berjemur
Kapan dan berapa lama waktu untuk berjemur guna memperoleh vitamin D yang baik bagi tubuh adalah ketika pagi dan sore hari. Waktu dimana pancaran sinar matahari tidak terlalu menyengat kulit. Lama waktu untuk berjemur ternyata cukup 5 hingga 10 menit. Sedangkan, saat musim hujan, pakar kesehatan menganjurkan waktu sebanyak 10-30 menit. Aktivitas ini bisa dikombinasikan dengan olahraga pagi seperti joging, senam, dan bersepeda untuk melatih otot-otot dan membakar lemak tentunya. Disisi lain, bagi Anda yang memiliki warna kulit lebih gelap dianjurkan untuk menjemur kulit pada sinar matahari sekitar 15-60 menit setiap hari.
Manfaat berjemur ini tentunya seringkali terlupakan, terlebih bagi Anda yang sibuk bekerja ataupun yang takut sinar matahari karena warna kulit Anda yang putih. Sebenarnya, sinar matahari lebih membuat Anda sehat. Maka dari itu, sudah wajar bagi Anda untuk meluangkan waktu berjemur. Berjemur tidak harus dilakukan dengan pakaian terbuka. Karena pada dasarnya yang diperlukan adalah gelombang panjang sinar matahari yang dapat menembus pakaian, dan tidak harus menggunakan pakaian yang terbuka. Tetap kenakan pakaian yang sopan dan menutup aurat Anda. Selamat mencoba! (wd)
Comments
Post a Comment