![]() |
| anak butuh partner bukan komando |
Sebenarnya seorang anak tetap membutuhkan dukungan dari orang-orang di sekitarnya. Terlebih sebagai orangtua, sebaiknya Anda mendorong anak-anak untuk belajar dengan baik. Bentuk dukungan yang sesuai dengan memberi mereka situasi kondusif untuk mereka agar siap menghadapi ujian. Sebaliknya, jangan buat si anak merasa cemas dan stres karena sikap orang tua.
Ada beberapa hal yang bisa dilakukan oleh orang tua sebagai bentuk dukungan untuk anak yang akan menghadapi ujian nasional.
Membuat Rencana
Menyusun rencana dengan matang merupakan elemen yang utama dalam untuk menata diri sendiri untuk menghadapi ujian. Begitu pula jika anak sedang menyiapkan ujian, pastikan semua catatannya siap dan lengkap. Pahami pula model belajar anak apakah visual, audio atau kinestesis.
Jangan Ragukan Kemampuan Anak
Seringkali orangtua merasa ragu terhadap kemampuan anak. Terlebih jika sehari-hari si anak memang jarang sekali terlihat belajar. Jika Anda ragu dengan kemampuan anak, sebaiknya yakinkan pada diri sendiri bahwa hal itu tak akan terjadi. Percayalah pada kemampuan anak.
Berpikir Positif
Selama periode ini, penting bagi Anda untuk tetap berpikir positif. Jangan biarkan pikiran negatif yang tidak diinginkan menyusup ke dalam pikiran Anda. Dan hadapi semua ini dengan santai, sehingga anak akan terbawa oleh sikap positif yang Anda tunjukkan.
si anak sendiri. Persiapan yang dilakukan menjelang ujian oleh anak tidak serta merta membuat orang tua tenang. Terlebih bagi si anak yang santai mempersiapkan dirinya menghadapi ujian, seolah-olah orangtua menganggap sang anak tidak serius dalam belajar.
Asupan Gizi
Kebutuhan gizi si anak harus tetap diperhatikan, terlebih ketika menghadapi ujian nasional. Makanan sehat selama ujian adalah hal penting. Berikan makanan sehat yang kaya vitamin dan protein kepada anak. Seperti sayuran, buah-buahan, sereal, dan telur. Hindari makanan instant selama ujian. Nutrisi yang baik penting bagi otak agar bekerja maksimal. Selain itu, berikan makanan yang rendah karbohidrat agar dirinya tidak mudah mengantuk saat ujian.
Cukup sitirahat
Istirahat harus tetap diberikan secara cukup untuk anak. Boleh saja anak Anda belajar keras, tetapi yang penting mereka dapat tidur nyenyak. Membuat jadwal belajar dan waktu tidur anak perlu dilakukan agar mereka dapat merefresh pikiran mereka menghadapi ujian. Berikan anak waktu 7 jam untuk istirahat tidur supaya mereka dapat mempertahankan apa yang telah dipelajari serta memberikan efek kebugaran kepada tubuh anak untuk mengerjakan ujian keesokan harinya.
Cara-cara tadi merupakan hal positif yang bisa dilakukan oleh orang tua untuk anak yang akan menghadapi ujian. Tak lupa juga pastikan anak dan orangtua melakukan doa bersama kepada Allah swt dan memasrahkan semua hasilnya kepada-Nya. Semoga sukses! (wd)

Comments
Post a Comment