Landscappist.com - Bagi Anda orangtua yang telah memiliki anak. Barangkali Anda tua merasa bingung saat si kecil cengeng. Sebenarnya banyak alasan yang membuat anak cepat menangis. Saat keinginannya yang tidak dituruti, ditinggal ibunya, tidak diberikan mainan dan
lainnya. Namun demikian, memang ada alasan yang kuat ketika mereka menangis dengan keras.
Alasan dasar si kecil menangis adalah ketidakmampuan dalam mengungkapkan perasaannya. Maka dari itu, perlu sekali mengajari anak Anda untuk berbicara sejak dini. Mengajak si kecil mengobrol tentang suatu hal adalah salahsatu cara untuk mendorong si kecil agar banyak bicara. Di sisi lain si kecil menjadi cengeng karena ingin menarik perhatian orangtua, dan juga lingkungan di sekitarnya. Anak cengeng biasanya karena dimanja, sederhananya hanya dengan merengek dan menangis kecil, ia tahu kalau keinginannya akan segera dituruti.
Cara Mengatasinya
Cengeng pada anak harus dipahami sebagai sebuah permasalahan yang harus diatasi. Konsistensi orangtua diperlukan dalam mendidik anak yang cengeng. Saat Anda mengatakan tidak boleh, tetaplah konsisten. Jangan hanya karena si kecil emanangis, Anda menjadi luluh dan menurutinya. Hal tersebut tentunya akan semakin mendorong anak Anda untuk semakin cengeng dan manja. Ketika si kecil mulai menangis, lebih baik Anda membuka pembicaraan dengannya. Bicara perlahan, dan tanyakan apa yang menjadi permasalahan. Nasehat bisa diberikan, mintalah ia untuk mengungkapkan keinginannya. Cara demikian, si anak akan mulai berbicara tentang keinginannya. Tapi jika Anda memang tidak bisa memenuhinya, beri penjelasan dan alasan kuat kenapa keinginannya tidak dikabulkan. Anda pun harus tetap konsisten. Jangan mengalah jika tangisan anak menjadi kencang.
Pura-Pura Tidak Mendengar
Ketika si kecil mulai menangis, cobalah untuk sesekali pura-pura tidak memperhatikannya. Jangan dekati dia saat menangis. Dan ketika selesai, dekati ia dan tanyakan penyebabnya. Dari situ ia akan mengerti saat menangis ia tidak mendapatkan keinginannya. Sifat anak cengeng memang tidak bisa hilang sendiri. Tapi anak harus dilatih untuk tidak cengeng lagi. Jika Anda membiarkannya, ia bisa tumbuh menjadi anak yang kurang percaya diri, tidak mandiri dan selalu merasakan kecemasan.
Mereka Hanya Butuh Perhatian
Pada dasarnya si kecil hanya membutuhkan perhatian, makanya jangan pernah memberi julukan atau label anak cengeng. Jika sudah begitu, karena merasa telah diberi cap sebagai anak cengeng, anak akan menjadi lebih sulit untuk diubah perilakunya.
Berilah ia pujian saat ia melakukan hal yang baik. Termasuk saat ia berusaha menyampaikan keinginannya tanpa menangis. Hal itu secara perlahan akan dipahami, bahwa untuk menyampaikan keinginannya cukup dengan berbicara, bukan dengan menangis.
Anda sebaiknya memberikan perhatian terhadap apa yang dilakukan si kecil, tidak hanya saat si kecil menangis. Sehingga, anak cengeng akan menjadikan tangisan sebagai alat untuk mencari perhatian, perlu kesabaran dan kecerdasan orang tua untuk mengarahkan anak menjadi pribadi yang berani untuk mengungkapkan isi hatinya. Selamat mencoba! (wd)
Alasan dasar si kecil menangis adalah ketidakmampuan dalam mengungkapkan perasaannya. Maka dari itu, perlu sekali mengajari anak Anda untuk berbicara sejak dini. Mengajak si kecil mengobrol tentang suatu hal adalah salahsatu cara untuk mendorong si kecil agar banyak bicara. Di sisi lain si kecil menjadi cengeng karena ingin menarik perhatian orangtua, dan juga lingkungan di sekitarnya. Anak cengeng biasanya karena dimanja, sederhananya hanya dengan merengek dan menangis kecil, ia tahu kalau keinginannya akan segera dituruti.
![]() |
| bayi menangis/flickr.com |
Cara Mengatasinya
Cengeng pada anak harus dipahami sebagai sebuah permasalahan yang harus diatasi. Konsistensi orangtua diperlukan dalam mendidik anak yang cengeng. Saat Anda mengatakan tidak boleh, tetaplah konsisten. Jangan hanya karena si kecil emanangis, Anda menjadi luluh dan menurutinya. Hal tersebut tentunya akan semakin mendorong anak Anda untuk semakin cengeng dan manja. Ketika si kecil mulai menangis, lebih baik Anda membuka pembicaraan dengannya. Bicara perlahan, dan tanyakan apa yang menjadi permasalahan. Nasehat bisa diberikan, mintalah ia untuk mengungkapkan keinginannya. Cara demikian, si anak akan mulai berbicara tentang keinginannya. Tapi jika Anda memang tidak bisa memenuhinya, beri penjelasan dan alasan kuat kenapa keinginannya tidak dikabulkan. Anda pun harus tetap konsisten. Jangan mengalah jika tangisan anak menjadi kencang.
Pura-Pura Tidak Mendengar
Ketika si kecil mulai menangis, cobalah untuk sesekali pura-pura tidak memperhatikannya. Jangan dekati dia saat menangis. Dan ketika selesai, dekati ia dan tanyakan penyebabnya. Dari situ ia akan mengerti saat menangis ia tidak mendapatkan keinginannya. Sifat anak cengeng memang tidak bisa hilang sendiri. Tapi anak harus dilatih untuk tidak cengeng lagi. Jika Anda membiarkannya, ia bisa tumbuh menjadi anak yang kurang percaya diri, tidak mandiri dan selalu merasakan kecemasan.
Mereka Hanya Butuh Perhatian
Pada dasarnya si kecil hanya membutuhkan perhatian, makanya jangan pernah memberi julukan atau label anak cengeng. Jika sudah begitu, karena merasa telah diberi cap sebagai anak cengeng, anak akan menjadi lebih sulit untuk diubah perilakunya.
Berilah ia pujian saat ia melakukan hal yang baik. Termasuk saat ia berusaha menyampaikan keinginannya tanpa menangis. Hal itu secara perlahan akan dipahami, bahwa untuk menyampaikan keinginannya cukup dengan berbicara, bukan dengan menangis.
Anda sebaiknya memberikan perhatian terhadap apa yang dilakukan si kecil, tidak hanya saat si kecil menangis. Sehingga, anak cengeng akan menjadikan tangisan sebagai alat untuk mencari perhatian, perlu kesabaran dan kecerdasan orang tua untuk mengarahkan anak menjadi pribadi yang berani untuk mengungkapkan isi hatinya. Selamat mencoba! (wd)

Comments
Post a Comment