![]() |
| kehabisan gaji di tengah bulan/123rf |
Perlu diketahui bahwa gaji besar juga akan membuat pengeluaran Anda bertambah juga. Perlu sekali bagi Anda untuk mengelola keuangan sebaik-baiknya dan kembali mereview cara Anda mengelola keuangan bulanan ini seperti dikutip dari Kompas.com berikut ini.
Realistis dalam menyusun anggaran
Prinsip pengelolaan keuangan menyebutkan bahwa membuat rencana keuangan merupakan hal yang wajib dilakukan. Sebaiknya, Anda membuat rencana pengeluaran sebelum waktu menerima gaji. Sehingga saat gaji sudah di tangan, Anda bisa langsung menjalankan rencana yang sudah disusun. Anda dapat memulainya dengan mencatat kembali pengeluaraan Anda selama tiga bulan ke belakang. Dengan begitu Anda bisa tahu mana saja pos-pos yang harus dihemat atau malah dihilangkan sama sekali. Gunakan prinsip belanja hanya untuk kebutuhan-kebutuhan yang diperlukan, bukan mendasarkan pada keinginan.
Semisal ternyata setelah review tiga bulan ke belakang, Anda lebih banyak mengeluarkan uang untuk nonton film, karaoke, dan mencicipi makanan di restoran mahal, serta banyak jalan-jalan ke mall dan berbelanja. Pos hiburan ini sebenarnya bukanlah prioritas utama, sehingga tak harus dilakukan setiap pekan. Meski demikian, Anda juga tak harus menghilangkannya sama sekali. Anda perlu mengontrol dan mengurangi. Intinya, Anda harus bersikap realistis saat ingin belanja, agar tak mengurangi pos yang tidak seharusnya.
Selain membuat perencanaan, sebaiknya Anda juga memiliki sebuah jurnal untuk mencatat pengeluaran Anda dalam satu bulan. Catat semua barang dan jasa yang dibeli secara detail, sertakan nominal pembelian, waktu pembelian, dan tempat Anda membelinya. Bandingkan rencana keuangan Anda dengan pengeluaran nyata. Apakah sudah sama nominalnya, atau terlalu banyak?
Membuat skala prioritas kebutuhan
Apa prioritas keuangan Anda setiap bulan? Tentu saja membayar semua tagihan yang dibutuhkan, bukan? Misalnya, biaya transportasi, belanja bulanan, listrik, air, atau membayar cicilan rumah. Selain itu, pengeluaran rutin sebagai prioritas utama bisa disebut sebagai kebutuhan jangka pendek atau kebutuhan primer. Sedangkan, pengeluaran sekunder dan tersier misalnya berlibur setiap akhir pekan, membeli barang bermerek atau gadget bisa dipenuhi apabila kebutuhan primer telah tercukupi.
Pengeluaran sekunder dan tersier merupakan target pengeluaran yang sangat bisa dihemat. Bahkan, Anda bisa menghilangkannya dalam daftar perencanaan keuangan bulanan apabila memang telah menganggu neraca keuangan untuk pemenuhan kebutuhan primer. Agar tidak jalan di tempat dan pengelolaan keuangan Anda mengalami pergerakan yang positif, jangan selalu berpikir tentang kebutuhan jangka pendek. Tetapkan target untuk mencapai tujuan jangka panjang. Misalnya, menambah tabungan sebesar Rp 50 juta dalam satu tahun. Menetapkan target untuk naik haji dalam 5 tahun. Hal ini tentunya memerlukan perhitungan dan cermat serta pengelolaan keuangan yang maksimal. Dengan mengatur pemenuhan kebutuhan sekunder dan tersier, target jangka panjang dapat terealisasi.
Menyiapkan biaya tak terduga
Hal lain yang perlu Anda lakukan yakni mempersiapkan biaya yang terduga atau dana cadangan yang dalam keadaan darurat yang bisa Anda ambil. Lakukan ini dengan memisahkan dana cadangan dari tabungan Anda sehari-hari, atau tabungan yang bisa Anda ambil sewaktu-waktu. Seperti halnya menabung, dana cadangan juga harus disiapkan dengan penuh komitmen. Misalnya, apabila Anda telah menggunakan 50 persen dana cadangan untuk membiayai pengobatan orang tua Anda, maka Anda harus berusaha mengembalikan saldo dana cadangan seperti semula. Hal itu bisa dilakukan dengan menyisihkan lebih banyak dari pendapatan Anda untuk disimpan.
Selain itu, cara lain yang bisa Anda lakukan adalah dengan memiliki asuransi. Asuransi kesehatan, asuransi pendidikan, hingga asuransi jiwa berjangka merupakan produk-produk keuangan yang bisa Anda pilih untuk dana cadangan Anda. Asuransi dapat digunakan untuk mengantisipasi setiap kejadian yang tak terduga di masa depan.
Cara-cara diatas merupakan trik yang biasa disarankan oleh penasehat keuangan bagi para pekerja yang sedang memulai karier dan dalam tahap belajar untuk mengelola keuangan dan aset yang mereka miliki. Perlunya kecerdasan dalam mengelola keuangan agar dapat memastikan uang Anda dapat berkembang dan tidak ludes di tengah bulan. Selamat mencoba! (wd)
sumber: kompas.com

Comments
Post a Comment