![]() |
| mobil ini berbahan bakar air/technofuture |
Seorang ilmuwan berkebangksaan Swiss, yang bernama Isaac de Rivaz yang melakukan penelitian sebelum ditemukannya minyak bumi sebagai bahan bakar telah mencba merancang mesin pembakaran. Ia menggunakan gas hidrogen untuk menjalankan mobil dengan cara mengelektrolisis air. Selanjutnya seorang peneliti dari Australia bernama Yull Brown, menemukan brown gas sebagai hasil elektrolisis. Ia pun menggunakan air sebagai bahan bakar penggerak kendaraan.
Penelitian yang juga tak kalah menariknya dilakukan oleh Stanley Meyer dari Ohio, Amerika Serikat. Stanley tidak menggunakan bahan bakar minyak, namun hanya dengan berbahan bajar hidrogen yang berasal dari air ia telah berhasil mendesain dan menjalankan mobilnya . Penemuan oleh Stanley Meyer ini merupakan penemuan teknologi berbahan bakar air yang paling sempurna dan dapat diaplikasikan pada kendaraan.
Semenjak tahun 2006-2007, perkembangan teknologi kendaraan berbahan bakar air menjadi sangat pesat hingga pada tahun 2008 teknologi ini banyak mendapat perhatian oleh beberapa negara termasuk Jerman, Kanada, Cina dan bahkan Indonesia. Nama-nama seperti Voll Johanes Bosco di Palu, Ir. FX Agus Unggul Santoso, dosen Sanata Dharma, Joko Suprapto di Jawa Timur, dan beberapa peneliti telah melakukan eksperimen dengan teknologi ini. Sedangkan beberapa lainnya termasuk masyarakat luas juga telah mencoba untuk menerapkan dan meneliti teknologi yang dapat menghemat bahan bakar ini.
Beberapa manfaat yang dapat diperoleh melalui penerapan teknologi bahan bakar air ini diantaranya.
Menghemat bahan bakar pada kendaraan
Efisiensi pada bahan bakar kendaraan dapat bertambah dengan aplikasi teknologi ini pada kendaraan. Hal ini disebabkan oleh adanya produksi gas brown (HHO) dari alat ini pada ruang bakar, menaikkan bilangan oktan bahan bakar. Maka dari itu, bahan bakar dapat digunakan lebih optimal dan efisien, karena naiknya nilai oktan bahan bakar akan meningkatkan pula tingkat pembakaran menjadi lebih sempurna.
Meningkatkan power pada kendaraan
Power atau tenaga mesin dapat meningkat akibat adanya penambahan gas brown (HHO). Penerapan alat ini pada kendaraan bahkan dapat meningkatkan power kendaraan hingga kuat untuk jalan menanjak meskipun menggunakan gigi tinggi. Makin meningkatnya kesempurnaan dalam pembakaran akan juga berdampak kinerja mesin juga makin meningkat dari biasanya.
Mesin makin awet dan halusSelain hemat dan meningkatnya tenaga pada kendaraan. Aplikasi teknologi hidrogen ini juga membawa keuntungan yakni mesin kendaraan bisa makin menjadi awet. Hal ini disebabkan gas brown hasil alat penghemat bahan bakar tersebut meningkatkan pembakaran menjadi makin sempurna membuat bahan bakar yang digunakan pada mesin dibakar habis dan sempurna untuk menggerakkan mesin. Sisa-sisa karbon akibat pembakaran pada kendaraan yang biasanya merupakan residu dari pembakaran dengan bahan bakar minyak dapat memperlambat kehausan komponen mesin serta kerusakan yang terjadi dalam mesin menjadi sangat minim. Disisi yang sama HHO juga dapat pula membersihkan karbon deposit yang ada dalam ruang pembakaran mesin, dan membuat suhu mesin terjaga stabil dan lebih dingin.
Suara mesin makin halus karena penggunaan alat ini yang dapat menghasilkan gas HHO, yang mengoptimalkan kerja mesin. Dan melindungi mesin dari kotoran karbon sisa pembakaran, menyebabkan suara kerja mesin yang jadi lebih halus.
Mengurangi polusi dari mesin kendaraan
Sebagai teknologi ramah lingkungan. Aplikasi teknologi ini dapat membuat dalam komponen-komponen dalam mesin menjadi lebih bersih, dan mengurangi kandungan karbon dalam mesin, juga kandungan karbon pada gas hasil pembakaran mesin pada kendaraan. Gas CO yang dikeluarkan di knalpot kendaraan, dan memiliki kandungan karbon yang beracun buat lingkungan menjadi makin berkurang, dan terganti dengan beberapa gas HHO yang merupakan hasil dari alat pengirit bahan bakar ini.
Beberapa kendaraan yang dijual dipasaran telah mengaplikasikan teknologi ini. Merk-merk terkemuka di bidang otomotif seperti Toyota dengan Toyota Prius, kemudian Honda mengeluarkan produk Civic Hybrid, bahkan KIA telah meluncurkan pula Kia Rio Hybrid di Eropa. Meskipun saat ini kendaraan-kendaraan tersebut masih dibanderol dengan harga yang mahal. Namun, bukan tak mungkin pada masa-masa mendatang akan bermunculan teknologi kendaraan hybrid dengan pasar yang lebih luas, dengan harga yang jauh lebih terjangkau. Tunggu saja! (wd)
sumber: mobilhibrid.blogspot.com

Comments
Post a Comment