![]() |
| hyundai FCEV/hyundai.co.uk |
Selain perusahaan-perusahaan otomotif Jepang dan Eropa, pabrikan Korea, yakni Hyundai juga telah memasuki babak baru pengembangan kendaraan yang ramah lingkungan. Tidak main-main, setelah lebih dari 10 tahun melakukan riset mengenai bahan bakar alternatif, Hyundai tidak hanya berkomitmen mengurangi emisi CO2 namun juga berusaha untuk menghasilkan produk dengan emisi nol. Hasil riset yang dilakukan oleh para pakar otomotif dikenal dengan FCEVs (Fuel Cell Electric Vehicles).
FCEV digerakkan oleh tenaga listrik yang dihasilkan dari proses kimiawi menggunakan bahan bakar hidrogen dan oksigen. Teknologi ini diakui menjadi teknologi yang tidak menghasilkan polusi, dan hanya menghasilkan air dan panas. Mobil ix35 adalah kendaraan yang telah diterapkan teknologi ini dan telah menjalani tes dengan melakukan perjalanan sepanjang 347 mil, dengan kecepatan maksimal 99 mil/jam, dengan akselerasi 0-62 mph dapat ditempuh dalam 12,6 detik. FCEV diakui merupakan produk yang berhasil, dan telah dipilih oleh European Commission-backed Fuel Cell & Joint Undertaking untuk digunakan pada demonstrasi kendaraan masa depan.
Hyundai menyatakan bahwa di Norwegia, mereka telah mensuplai ix35 FCEVs ini ke publik dan juga telah digunakan secara komersial termasuk untuk kendaraan umum dan taksi. Hal ini dilakukan tujuan untuk mendorong industri mengembangkan fasilitas pengisian bahan bakar ulang sehingga distribusi teknologi ini dapat semakin luas. Namun demikian, Hyundai menyatakan bahwa meskipun jalan untuk teknologi ini masih panjang. Pada April 2012, Norway's Zero Emission Resource Organization (ZERO) mengujicoba 2 unit ix35 untuk melakukan perjalanan dari Oslo ke Monte Carlo hanya dengan 5 kali pengisian bahan bakar hidrogen di 5 stasiun pengisian sepanjang rute perjalanan.
Tekad Hyundai untuk memproduksi secara massal ix35 FCEV pada tahun 2015 merupakan komitmen mereka untuk menciptakan produk yang ramah lingkungan dalam industri otomotif. Disisi lain mereka juga mengembangkan produk kendaraan ramah lingkungan termasuk Sonata HEV, dengan teknologi hybrid yang bisa dikendarai dengan mode elektrik murni, dan konsep tricycle electric yang dikenal dengan kode ECCOV atau the Eco Community Vehicle.
Kendaraan berbahan bakar alternatif merupakan respon industri otomotif terhadap dorongan pengembangan teknologi ramah lingkungan. Komitmen perusahaan otomotif tentu saja menjadi sinyal baik terhadap kebutuhan konsumen akan kendaraan yang ramah lingkungan. Tentu saja teknologi diharapkan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat luas termasuk di negara berkembang. Maka, mobil dengan bahan bakar air dapat dimiliki oleh semua orang. Anda tertarik? (wd)
sumber : www.hyundai.co.uk

Comments
Post a Comment