![]() |
| peninggalan lukisan/widhidoc |
Gua Leang-Leang berada tidak jauh dari Taman Wisata Alam Air Terjun Bantimurung. Kata Leang-leang berarti gua. Di kawasan wisata prasejarah ini menyimpan banyak peninggalan berupa gua dan sisa-sisa peninggalan purbakala dan cukup terkenal bagi komunitas arkeologis di dunia. Pada tahun 1950, Van Heekeren dan Miss Heeren Palm berkebangsaan Belanda yang menemukan gambar gua prasejarah (rock painting) yang berwarna merah di Gua Pettae dan Petta Kere. Gua Leang Pettae terletak pada 04º58'44.6"LS dan 119º40'30.5"BT dengan ketinggian 50 di atas permukaan laut. Mulut gua mengarah ke barat, dan gua berukuran tinggi 8 meter dan lebar 12 meter. Van Heekeren menemukan gambar babi rusa yang sedang meloncat yang di bagian dadanya tertancap mata anak panah, sedangkan Miss Heeren Palm menemukan gambar telapak tangan wanita dengan cat warna merah. Para pakar arkeologi mengungkapkan bahwa gambar atau lukisan prasejarah tersebut sudah berumur sekitar 5000 tahun silam. Dari hasil penemuan itu, mereka menduga bahwa gua tersebut telah dihuni sekitar tahun 8000-3000 SM.
![]() |
| gambar telapak leang-leang/widhi |
Lukisan gambar yang terdapat dalam dinding gua Leang-Leang banyak membuka tabir kehidupan manusia pada masa lalu. Di kawasan pra sejarah Gua Leang Leang, ditemukan dua gua yaitu Gua Petta E dan gua Petta Kere yang letaknya berdekatan. Gua pertama tampak sewaktu memasuki kawasan, yakni di jalan utama Desa Leang-Leang. Di Gua Petta E terdapat ada lima gambar telapak tangan, tapi hanya tiga yang utuh. Selain telapak tangan, ada pula babi rusa dan sebuah mata tombak yang semuanya berwarna merah. Gambar-gambar yang berwarna merah marum tersebut bahan pewarnanya terbuat dari bahan alami yang sulit terhapus. Menurut para ahli tangan, gambar telapak tangan tersebut adalah milik salah satu anggota suku yang telah mengikuti ritual potong jari sebagai tanda berduka atas kematian orang terdekatnya.
Sedangkan pada Gua Petta Kere yang terletak sekitar 300 meter dari Gua Petta E dapat diakses dengan menaiki tangga yang sudah di buat dari besi – besi yang berbelok. Di langit- langit Gua Patta Kare banyak ditemukan gambar – gambar telapak tangan. Jumlah gambar telapak tangan di gua ini adalah sekitar 27 namun yang utuh sejumlah 17. Selain itu, terdapat sebuah gambar babi rusa gemuk terkapar dengan sebilah tombak menghunus ke jantung. Di dalam gua Petta Kare juga terdapat sampah dapur (kjoken modinger) yakni berbagai kerang dan kulit keong. Para ahli memperkirakan bahwa berabad-abad lalu Kabupaten Maros merupakan lautan yang bersatu dengan Laut Jawa.
Di kawasan Taman Prasejarah Leang-Leang banyak gua-gua lainnya dengan keunikan masing-masing. Termasuk diantaranya yakni, Leang Bulu Ballang yang menyimpan senjumlah mollusca, porselin dan gerabah, serta dinding-dindingnya dapat dimanfaatkan sebagai areal panjat tebing, Leang Sampeang yang memiliki keunikan tersendiri yang tidak dimiliki oleh leang lainnya, yaitu terdapat gambar manusia berwarna hitam. Jumlah total gua menurut informasi adalah sebanyak 60 gua. Gua leang-leang mulai dipugar pada tahun 1977 lalu diresmikan 10 januari 1980 oleh Menteri Dr. Da’ Yusuf, serta kemudian berstatus taman wisata yang dilindungi.
Bagi Anda yang menginginkan tantangan unik dalam berwisata, dan sangat haus akan nilai sejarah nenek moyang. Maka berwisata di Gua Leang-Leang akan menjadi pengalaman yang takkan dapat terlupakan. Untuk itu, siapkan ransel Anda dan segeralah berburu tiket murah ke Makassar. Manfaatkan informasi menarik di landscappist.com untuk backpacking dengan tiket pesawat murah. Selamat berpetualang! (wd)


Comments
Post a Comment