![]() |
| the apprentice asia/axn.com |
Ternyata hal tersebut telah dijawab dalam studi baru-baru ini yang menyatakan bahwa orang yang tidak menarik justru mendapatkan perlakuan sebelah mata atau cenderung diremehkan di tempat kerja. Setidaknya penemuan ini berbanding lurus dengan banyaknya siswa yang ganteng dan cantik yang lebih populer di sekolah.
Temuan ini sebenarnya bukan hal yang baik. Memurut para peneliti, para pekerja yang memiliki tampang pas-pasan bahkan mendapatkan penindasan. Anda sendiri bisa membayangkan jika para karyawan atau sekretaris yang cantik dan rapi lebih memikat bos atau atasan daripada karyawan lain yang pas-pasan. Bahkan tampilan dan tampang menarik lebih membuat mereka lebih banyak merima promosi. Ironisnya pegawai lain yang diremehkan seakan menerima sisa perkerjaan yang lebih berat dan cenderung kurang mendapatkan kesempatan yang seimbang.
Selanjutnya penelitian yang berkaitan adalah kuesioner yang disebarkan pada para masyarakat tentang seberapa besar keramahan yang diberikan kepada keluarga. Rekan kerja, sahabat, dperoleh data bahwa pekerja yang kurang ramah mendapatkan perlakuan kasar daripada rekan kerja yang berwajah cantik dan ramah.
Penelitian yang telah diterbitkan dalam Jurnal Human Performance ini memberikan pelajaran bagi kita, bahwa memang faktor fisik menjadi hal yang tak dapat kita hindari dalam urusan pekerjaan. Namun dalam hal ini dapat kita mulai dari kecantikan batiniyyah. Jadi ketika jiwa Anda cantik dengan sendirinya akan berdampak pada kondisi fisik Anda. Misalnya ketulusan dari dalam hati akan membuat Anda menjadi lebih ramah dan dihargai orang lain dibandingkan dengan perona pipi yang bersifat “palsu” dan sementara. Tambahkan ketekunan dan kesungguhan dalam bekerja, maka rintangan apa saja akan terlewati. Bukan begitu? (fdh)

Comments
Post a Comment