Skip to main content

Candi Cetho - Jejak Peninggalan Sejarah Kerajaan Majapahit di Karanganyar

bentuk keindahan candi cetho
bagian depan candi cetho/widhidoc
Landscappist.com - Sobat landscappist, jejak peninggalan kerajaan Majapahit di Indonesia, merupakan sebuah kekayaan budaya yang tak ternilai. Puing-puing peninggalan candi di banyak lokasi di tanah air merupakan bukti kejayaan dan tingginya kebudayaan peradaban masa lalu. Hal ini pun perlu diikuti dengan upaya pelestarian dan penggalian makna yang terkandung di dalamnya.

Sebuah jejak peninggalan di Kabupaten Karanganyar yang cukup megah namun jarang diketahui banyak orang adalah Candi Cetho. Lokasi Candi Cetho yakni di Desa Cetho, Kelurahan Gumeng, Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Lokasi Candi Cetho yang berada di lereng gunung Lawu, dengan ketinggian 1.496 meter dari permukaan laut.

Candi Cetho letaknya tidak terlalu jauh dari Candi Sukuh. Candi Cetho terletak di tempat yang lebih tinggi dibandingkan dengan Candi Sukuh, yakni sekitar 1400 meter dari permukaan laut. Candi Cetho sampai saat ini masih dipergunakan sebagai tempat melakukan ritual keagamaan, terutama sering digunakan bagi masyarakat setempat.

Asal muasal nama Candi Cetho
Menurut beberapa sumber, konon nama Cetho, yang dalam bahasa Jawa berarti jelas, digunakan sebagai nama dusun tempat candi ini berada karena dari Dusun Cetho orang dapat dengan jelas ke berbagai arah. Ke arah utara terlihat pemandangan Karanganyar dan Kota Solo dengan latar belakang Gunung Merbabu dan Merapi serta, lebih jauh lagi, puncak Gunung Sumbing. Ke arah barat dan timur terlihat bukit-bukit hijau membentang, sedangkan ke arah selatan terlihat punggung dan anak-anak Gunung Lawu.

Kompleks Candi Cetho pertama kali ditemukan oleh Van der Vlis pada tahun 1842. Selanjutnya bangunan bersejarah itu banyak mendapat perhatian para ahli purbakala seperti W.F. Sutterheim, K.C. Crucq, N.j. Krom, A.J. Bernet Kempers, dan Riboet Darmosoetopo. Pada tahun 1928 Dinas Purbakala mengadakan penelitian melalui penggalian untuk mencari bahan-bahan rekonstruksi yang lebih lengkap. Bangunan yang ada saat ini, termasuk bangunan-bangunan pendapa dari kayu, merupakan hasil pemugaran yang dilakukan pada akhir tahun 1970-an.

Sejarah Candi Cetho
Candi Cetho memiliki 13 teras yang memanjang kebelakang sejauh 190 m, sedangkan lebar Candi Cetho sekitar 30 m. Dengan jalan berbatu dan gapura setiap teras yang membelah kompleks Candi Cetho, terdapat candi induk yang berada di tingkat paling atas. Sedangkan posisi candi induk yang diatas tidak mudah untuk selalu dikunjungi. karena lokasinya selalu terkunci, dan hanya dibuka pada saat akan digunakan untuk melakukan ritual sembahyang.

Sejarah berdirinya Candi Cetho ini terkait dengan lahirnya Raden Brawijaya, raja terakhir Kerajaan Majapahit, dari kejaran putranya yaitu Raden Fatah seorang penguasa Demak. Setelah Raden Fatah memporak-porandakan Sukuh, maka Raden Brawijaya lari menuju arah timur laut, dan mendirikan Candi Cetho ini. Sebelum pembuatan Candi Cetho selesai dibuat, timbullah pertikaian lama Raden Brawijaya dengan Adipati Cepu, yang mengakibatkan Raden Brawijaya lari, dan akhirnya "moksa" di puncak Gunung Lawu.

Bentuk candi
piramid candi cetho
bangunan piramida candi/widhidoc
Candi Cetho terdiri dari 13 teras yang berundak dari barat ke timur sepanjang 190 meter, mengahadap barat, dan candi intinya berada di posisi paling belakang. Dan Arca-arcanya dipahat dengan sangat sederhana. Relief dan arca lainnya mirip dengan yang ada di Candi Sukuh. Dan pada teras ketiga terdapat susunan batu yang membentuk phallus (alat kelamin pria) sepanjang dua meter di depan kura-kura raksasa. Kura-kura ini merupakan lambang dari penciptaan alam semesta, sedangkan phallus merupakan simbol penciptaan manusia.

Simbol phallus ini juga dapat kita temui di area utama, yaitu diteras ke-11, 12 dan 13. Simbol penciptaan manusia di area ini berupa arca berbentuk penis (alat kelamin lelaki) yang diletakkan di dalam cungkup kayu. Di sisni kita juga dapat melihat batu nisan peninggalan Empu Supo serta arca Brawijaya V yang merupakan nama dari Bhre Kertabumi.



Tak ada salahnya Anda mengunjungi lokasi Candi Cetho. Namun alangkah baiknya Anda datang saat pagi hari, karena pada siang hari lokasi yang terletak didataran tinggi ini selalu dihinggapi kabut setiap siang hari. Kunjungi Karanganyar dan Tawangmangu, serta jangan lupa mampir ke Candi Cetho untuk melengkapi liburan Anda.



source: candi.web.id




Comments

Popular posts from this blog

Sensasi Baru Twin Massage

twin massage therapy Landscapist.com – Terapi pijat atau massage memang memberikan sensasi berbeda bagi sebagian orang. Namun, manfaat bagi tubuh akan sangat tergantung jenis dan terapi apa yang digunakan. Bagi Anda yang gemar melakukan terapi pijat di pusat-pusat kecantikan dan kebugaran, pernahkan Anda merasakan sensasi pijat yang lain? Seperti sensasi yang diperoleh dari twin massage? Twin massage akan memberikan sensasi berbeda disbanding terapi pijat yang pernah Anda coba pada umumnya. Memang gerakan-gerakan pijat yang diberikan akan sama. Namun letak perbedaannya adalah twin massage menggunakan dua terapis yang akan memijat secara bersamaan. Satu terapis akan memijat dari arah kepala turun ke bawah, dan satu terapis lain akan memijat dari ujung kaki ke atas. Sebagaimana yang disebutkan oleh beberapa orang yang telah mencoba twin massage ini akan mempercepat relaksasi otot dan urat syaraf, sehingga dalam hitungan menit Anda akan merasa rileks dan hangat. Perpaduan gerakan...

Prediksi Jenis Kelamin Bayi dengan Kalender Cina

prediksi jenis kelamin bay/iilluminationsphoto Landscappist.com - Sahabat landscappist, khususnya yang saat ini mengharapkan kehadiran buah hati. Sebuah program unik yang telah lama dikenal dan ditemukan di negeri Cina. Program ini ditujukan untuk menentukan jenis kelamin calon bayi. Memang pada awalnya, kalender konsepsi dan kehamilan ini telah ditemukan ratusan tahun yang lalu dan hingga saat ini masih tersimpan di Beijing Institute of Science. Sistem kalender Cina diklaim memiliki ketepatan 99%. Perhitungan dengan kalender Cina ini hanya membutuhkan data usia ibu, bulan awal kehamilan atau kapan pembuahan, dan jenis kelamin yang sesuai dengan keinginan. Pada awalnya, kalender konsepsi ini digunakan oleh bangsawan Cina untuk membantu menambah populasi bayi laki-laki guna melanjutkan penerus garis kerajaan. Penggunaan kelender Cina ini, dengan mencatat usia Anda saat pembuahan, kemudian melacaknya sepanjang garis yang sesuai pada tabel kalender sampai Anda mencapai bulan ...

Sisi Menarik Pria Berwajah Galak

hugh jackman/image99 Landscappist.com - Pria dengan wajah lembut dan manis lebih “menjual” di mata para wanita. Sebabnya adalah mereka percaya pria dengan fisik demikian juga memiliki perasaan dan jiwa yang sama lembutnya dengan wajahnya. Sayang hal ini tak selalu sepadan dengan apa yang mereka miliki secara fisik. Sebaliknya pria dengan wajah galak atau sangar seolah mendapatkan porsi peran sebagai sosok yang temperamental, berdarah dingin dan kejam. Generalisasi ini sebenarnya tidak adil karena tidak semua pria yang berwajah galak akan memiliki sifat seperti ciri fisiknya itu. Seorang Psikolog bersama rekannya, Michail Stirrat dan David Perret, mengadakan penelitian yang menghasilkan fakta bahwa pria yang memiliki wajah sangar dengan rahang yang lebar justru memiliki sifat penolong dan berhati lembut. Penelitian dari Universitas St Andrews ini diadakan dengan membentuk beberapa grup untuk dikompetisikan dengan hadiah sejumlah uang. Dari hasil pengamatan ternyata ditemukan ...