Landscappist.com - Sobat landscappist, pengobatan penyakit asma memiliki peran dalam menjaga kondisi penderitanya agar tetap prima. Asma merupakan penyakit yang menyerang sistem pernafasan termasuk inflamasi (peradangan) saluran pernafasan yang menurunkan volume aliran udara, peningkatan produksi lendir, dan gejala seperti bunyi menciut-ciut, dada sesak, nafas pendek, dan batuk. Pengendalian asma sangat krusial untuk menghindari serangan asma dan meningkatkan potensi kesembuhan.
![]() |
| penyempitan saluran bernafas/webmd.com |
- Mengontrol inflamasi dan menghindarkan diri dari gejala (pencegahan)
- Meredakan gejala asma dan saat kejadian menyerang (pertolongan pertama)
Selain itu 2 tipe pengobatan asma yang bisa dilakukan secara jangka panjang, diantaranya yakni:
Controller Medication
Pengobatan ini merupakan pengobatan yang sangat penting bagi penderita asma. Hal ini dikarenakan pengobatan ini didasarkan untuk pencegahan serangan asma. Penggunaan steroid difungsikan untuk mengurangi peradangan saluran pernafasan yang biasanya muncul sebagai pemicu serangan. Fungsi steroid ini sebagai anti inflamasi, dan juga mengurangi produksi lendir pada saluran pernafasan. Beberapa penderita mengkombinasikan penggunaan inhaler steroid dengan LABA (long-acting beta-agonist) dapat digunakan sebagai jangka panjang. Contoh obat golongan steroid antara lain budesonide, beclometason dan deksametason. Obat lini pertama dalam terapi asma ini umum digunakan untuk tujuan pencegahan kambuhnya asma. Kendati dapat pula untuk mengatasi keadaan saat asma kambuh. Pada terapi pencegahan yang mengharuskan pasien mengkonsumsi obat secara rutin sebaiknya menggunakan bentuk sediaan inhalasi atau lebih dikenal dengan sebutan metered dose inhaler (MDI). LABA berfungsi untuk merelaksasi otot di sekitar saluran pernafasan. Leukotriene juga digunakan untuk mengendalikan asma dan mencegah gejalanya. Obat ini mengandung anti peradangan dan mencegah pembengkakan saluran pernafasan dan mengurangi lendir.
Quick Relief Medication
Pengobatan jenis ini seringkali juga disebut pertolongan pertama dan terdiri dari kelompok pengobatan short acting beta-agonists (SABA). Pengobatan ini difokuskan untuk mengurangi gejala asma dengan merelaksasi otot-otot saluran pernafasan yang menyempit saat serangan asma terjadi. Langkah cepat ini dapat membuka kembali saluran udara, mensuplai udara lebih masuk dan ke luar menuju paru-paru sehingga akan memudahkan seseorang untuk bernafas. Apabila pengobatan jenis ini dilakukan secara terus menerus lebih dari 2 kali seminggu, ini mengindikasikan bahwa penyakit asma Anda tidak terkendali. SABA merupakan jenis obat yang membantu pasien untuk bernafas dan mereka juga merasa memiliki kontrol yang lebih baik dari asma.
Terapi obat beta-agonist terkadang dikombinasikan dengan obat golongan antikolinergik untuk mencapai efek yang lebih baik. Sama dengan beta agonis, obat golongan antikolinergik misalnya ipratropium bromida bekerja dengan merelaksasi bronkus. Umumnya digunakan untuk mengatasi serangan akut. Efek samping yang timbul antara lain: mulut kering, mengantuk, dan gangguan penglihatan. Terutama pada penggunaan inhalasi dimana pasien melakukan teknik penyemprotan yang kurang tepat. Dalam beberapa saat mata dapat menjadi kabur.
Penggunaan kedua jenis obat ini sangat berbeda. Keberhasilan pengobatan akan meningkatkan penderitanya hidup normal dan aktif. Apabila gejala penyakit asma tidak dikendalikan, maka perlulah seseorang menghubungi dokter dan mencari jenis pengobatan yang sesuai dengan kondisi penyakit asma penderitanya. (wd)
sumber:
www.webmd.com
http://zulliesikawati.wordpress.com

Comments
Post a Comment