![]() |
| masalah gigi sensitif/okcdentist.files.com |
Penyebab gigi sensitif
Seringkali orang bertanya mengapa hal ini bisa terjadi? Bagaimana bisa gigi Anda bereaksi terhadap panas, dingin, manis, atau asam, dan terkadang saat menggigit? Dokter gigi harus jeli untuk menentukan apa yang biasa menyebabkan ketidaknyamanan pada gigi pasien. Beberapa penelitian di Amerika Serikat menyebutkan bahwa sebanyak 50-90% penderita memberikan tekanan besar/berlebih ketika menggosok gigi. Menggosok gigi dengan tekanan berlebih berpotensi menyebabkan gusi mengalami iritasi atau gusi menurun dari leher gigi, kondisi ini lama-kelamaan menyebabkan terbukanya akar gigi (resesi gingiva), leher gigi berlubang. Disamping itu, lapisan email akan berkurang ketebalannya sehingga akan terasa ngilu saat minum air dingin, manis atau bahkan tersentuh bulu sikat.
Kondisi selanjutnya adalah keadaan rongga mulut yang buruk, penumpukan plak/karang gigi, yang menjadi tempat tinggal berjuta-juta kuman dalam rongga mulut. Lambat laun karang gigi pun dapat mengiritasi gusi sehingga gusi akan mudah berdarah, timbul pula bau mulut yang tidak "segar". Pembentukan lapisan email gigi yang kurang sempurna (ename hypoplasia). Keadaan ini pun akan menjadikan gigi menjadi sensitif. Food impaksi/penumpukan sisa-sisa makanan di daerah pertemuan gigi dengan gigi/kontak gigi.
Menurut kompas.com (20/10/2012) Sebanyak 65 persen masyarakat Indonesia memiliki masalah gigi sensitif. Namun, hanya separuhnya yang melakukan tindakan apapun untuk mengobatinya. Sisanya, membiarkannya. Selanjutnya, menurut Eky S Soeria Soemantri yang juga Ketua Asosiasi Fakultas Kedokteran Gigi Indonesia itu, keengganan masyarakat memeriksakan gangguan gigi yang dimilikinya juga karena takut pergi ke dokter gigi atau khawatir dengan biaya pemeriksaan gigi yang mahal. Pemeriksaan gigi mahal karena hampir semua bahan dan peralatan yang digunakan masih diimpor.
Solusi terkini mengatasi gigi sensitif
Sebuah studi mengenai cara alami untuk penyembuhan gigi sensitif telah dimuat dalam jurnal ACS Applied Materials and Interfaces. Para peneliti di University of Hong Kong dan Anhui Medical University di Cina mengumumkan telah menemukan cara untuk menyembuhkan gigi sensitif dengan metode alami.
Para peneliti ini membuat percobaan dengan tujuan merestorasi kembali enamel dan dentin pada waktu yang sama. Mereka menggunakan sejenis perekat yang digunakan oleh kerang saat menempel pada benda. Secara teori, perekat ini dapat mengikat mineral dengan dentin cukup lama sehingga memungkinkan proses pembentukan dentin dapat berlangsung secara terus menerus. "Bisa jadi temuan kami ini merupakan teknik sederhana untuk menginduksi remineralisasi enamel dan dentin secara bersamaan yang dapat digunakan secara universal, selain juga dapat menjadi langkah inovatif dalam memerangi gigi sensitif," ungkap para peneliti menyimpulkan.
Pencegahan yang dapat dilakukan
Untuk melepaskan diri dari masalah gigi sensitif, berbagai upaya pencegahan dapat dilakukan. Paling utama adalah dengan melakukan pemeliharaan gigi dengan menjaga kebersihan gigi yang baik. Kuncinya adalah menghilangkan plak penyebab penyakit gusi dan mulai mempratekkan cara menyikat gigi yang benar. Selanjutnya adalah memperbaiki cara menyikat gigi. Menyikat gigi secara benar adalah menggerakkan sikat pelan, pendek-pendek, dan bergerak dari atas ke bawah atau memutar. Menyikat gigi dengan gerakan panjang maju mundur hanya dibolehkan untuk gigi atas (mahkota gigi), bukan gusi. (wd)
sumber: health.kompas.com - www.howstuffworks.com

Comments
Post a Comment