 |
| bentuk depan eksterior bandara/skycrapper |
Landscappist.com - Sobat landscappist, lama tak jumpa. Maaf karena selama bulan ramadhan admin harus membagi waktu dengan banyak kegiatan studi, bisnis, dan ibadah ramadhan. Semoga masih tetap semangat dan menjalani aktivitas sehari-hari dengan pikiran positif. Bagi yang hobi travelling pun semoga sudah punya persiapan untuk jalan-jalan. Bagi pecinta jalan-jalan, ada berita baik tentunya datang dari Medan. Saat ini Medan telah memiliki bandar udara baru yakni Bandara Kualanamu. Ingin tahu lebih banyak tentang bandara ini? Lanjut.
Bandara Kualanamu memang direncanakan untuk menggantikan Bandara Polonia yang saat ini sudah overcapacity. Bandara ini, sejak awal telah diproyeksikan menjadi hubungan penerbangan
internasional kawasan regional Asia. Sehingga tak heran, bila bandara ini
memiliki apron seluas 200 ribu meter persegi dengan daya tampung
sebanyak 33 pesawat. Menurut Dahlan Iskan “Kemampuan menampung di bandara ini yang sedikit
banyaknya mampu dibandingkan dengan KLCC atau Changi". Disisi lain berdasarkan estimasi kehematan bagi maskapai, terbang
dari Kualanamu akan lebih hemat bila dibandingkan dengan dua negara
tersebut. Sebagai contoh untuk tujuan Australia atau India, karena faktor jarak yang lebih dekat, penerbangan diproyeksikan lebih hemat
berangkat atau transit dari Kualanamu dibanding dari Singapura.
 |
| interior bandara kualanamu dalam pengerjaan/sumutpost.com |
Lokasi
Bandar Udara Internasional Kualanamu terletak di Desa
Beringin, Kecamatan Beringin, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Bandara ini merupakan satu – satunya bandara
yang memiliki jaringan transportasi terintegrasi dengan stasiun Kereta Api. Dinas Perhubungan Sumatera menyatakan bahwa Kualanamu
memiliki moda transportasi terlengkap bila dibandingkan bandara lain. Moda transportasi penghubung tersebut diantaranya,
Kereta Api yang akan dioperasionalkan oleh PT Railink, kemudian bus dengan 3 koridor, diopersionalkan oleh Perum Damri dan PT
ALS, serta taksi. Kereta Api menuju Kualanamu ini merupakan moda transportasi yang
pertama kali menuju bandara. Bahkan, ini akan menjadi percontohan bagi
bandara lain untuk menggunakan kereta api sebagai moda transportasi.
Penggunaan kereta api ini dianggap lebih efisien, mengingat kereta api
tidak terkena hambatan dengan lalu lintas jalanan, sehingga akan terbebas dari
kemacetan.
Secara fisik, bentuk bangunan memiliki cita rasa seni
artistik yang lebih tinggi sehingga ciri tersebut bisa menjadi ikon sebuah bandara internasional. PT Angkasa Pura (AP) II telah melakukan penandatangan
perjanjian kerjasama dengan Incheon International Airport Corporation
(IIAC) pada 25 Juni 2012 yang lalu. IIAC merupakan bandara swasta yang terbesar di Korea selatan,
dan merupakan yang tersibuk di
dunia berdasarkan hasil survey. Bandara Inchoen bahkan telah menerima penilaian oleh Skytrax dan mendapat peringkat 5 bintang.
Bandara Kualanamu juga memiliki keunggulan dalam segi aksesibilitas. Dengan dilengkapi 10 gerbang masuk, Kualanamu merupakan bandara pertama di Indonesia yang pembangunannya
menggunakan dana dalam negeri. Disisi lain untuk meningkatkan sisi kenyamanan penumpang, bandara ini menempatkan ruang terbuka hijau dengan berbagai jenis bunga dengan berbagai warna yang menarik. Hal ini tentu saja dilakukan untuk kesejukan serta menunjukkan tanaman-tanaman unik khas Indonesia. Selain itu, Kualanamu juga dikatakan pertama dalam penggunaan
teknologi tinggi bandara di Indonesia. Sebagai contoh, dalam sistem penggunaan X-Ray,
dimana seutuhnya teknologi penyinaran berada di pembagasian, atau yang
biasa disebut dengan
Baggage Handling System (BHS) yang berasal dari
Belanda sebagaimana digunakan di
Changi Airport, Hongkong Airport, dan lain sebagainya. (jn)
sumber : skycrapper city, sumutpost
Comments
Post a Comment