Skip to main content

Perbedaan Metode Menyebabkan Perbedaan Awal Ramadhan

cara penentuan ramadhan
bulan baru/flickr
Landscappist.com - Sobat landscappist, sebentar lagi umat muslim akan memasuki bulan puasa. Namun, sebagaimana sering terjadi di Indonesia terdapat perbedaan dalam penentuan awal Ramadhan. Meskipun hal ini bukan menjadi penghalang untuk umat muslim dalam menjalankan ibadah puasa. Namun, perlu juga diketahui bagaimana sih sebenarnya penentuan awal ramadhan yang biasa dilakukan dengan metode pengamatan (rukyatul hilal) dan dengan perhitungan hisab.


Berdasarkan beberapa referensi, memang pada sejarahnya yakni pada zaman Rasulullah, para sahabat dan tabi’in tidak pernah terjadi perbedaan di dalam penetapan awal Ramadhan, awal Syawal dan awal Dzulhijjah, semua didasarkan atas rukyatul hilal bil fi’li (melihat hilal dengan mata kepala) atau istikmal (menggenapkan bulan Sya’ban dan Ramadhan menjadi 30 hari) jikalau rukyat tidak berhasil disebabkan karena cuaca mendung atau faktor lainnya. Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan, pengertian tentang rukyatul hilal mengalami pergeseran. Ada yang tetap memaknainya sebagai rukyat bil fi’li dan ada yang memaknainya dengan rukyat bil’ilmi, yakni melihat hilal dengan ilmu pengetahuan atau hisab.

Beberapa metode tersebut berkembang seiring pula dengan adanya penggunaan teknologi, termasuk teleskop, satelit bahkan GPS yang sangat menunjang proses penentuan waktu tersebut. Dari dasar tersebut, maka setidaknya ada 3 cara yang dilakukan saat ini untuk menentukan awal Ramadhan dan awal Syawal, diantaranya yaitu:


Penetapan dengan hisab melalui pendekatan wujudul hilal
Penetapan dengan menggunakan metode ini dilakukan berdasarkan perhitungan hisab asalkan posisi hilal berada di atas ufuk berapa pun derajat tingginya, walaupun kurang dari 0,5 derajat, dan walaupun hilal tidak dapat dilihat dengan mata kepala, karena yang penting hilal sudah wujud. Jadi rukyatul hilal bil fi’li tidak perlu dilakukan dalam penetapan awal atau akhir bulan.

Rukyatul hilal digunakan apabila posisi hilal memiliki kemungkinan untuk di observasi. Hingga kini, kemungkinan (visibilitas) hilal dapat di observasi belum didefinisikan secara pasti. Danjon misalnya, setelah melakukan penelitian berulang-ulang tentang hilal, menyatakan bahwa bulan sabit yang posisinya mendekati matahari tidak dapat terlihat apabila jarak sudutnya kurang dari 8 derajat. Ketentuan ini rupanya oleh Diezer diperkuat dengan hasil penelitiannya di Candilly Obeservatory, bahwa sebagai syarat agar hilal dapat teramati  pada saat matahari terbenam harus mempunyai jarak sudut 8 derajat, dan bulan pada saat itu minimal berada pada ketinggian 5 derajat.
Metode ini digunakan oleh beberapa ormas Islam seperti Muhammadiyah yang memiliki anggapan bahwa melihat hilal bukan suatu ibadah (ta’abbudĂ®), namun hanya sarana (wasĂ®lah)yang dapat digunakan dengan mudah untuk mengetahui awal bulan kamariah. Menurut salahsatu sumber, Muhammadiyah mendefinisikan hisab sebagai perhitungan astronomis tentang posisi hilal. Namun, hisab tidak mungkin membuat keputusan tanpa adanya kriteria yang disebut hilal. Tidak ditemukan satupun dalil dalam hadis atau dalam al-Qur’an yang menyebutkan secara tegas apa itu hilal yang bisa diterjemahkan secara kuantitatif dalam kriteria hisab. Pendekatan yang dilakukan Muhammadiyah adalah dengan pendekatan astronomi, bahwa hilal adalah penampakan bulan yang paling kecil yang menghadap bumi beberapa saat setelah terjadi ijtimak. Inilah yang kemudian menjadi kriteria hisab bahwa awal bulan baru ditandai dengan wujudnya hilal. Tandanya adalah apabila matahari terbenam lebih dahulu dari bulan.

Penetapan dengan hisab melalui pendekatan imkanur rukyat
Metode imkanur rukyat dilakukan dengan melakukan perhitungan hisab asalkan posisi hilal berada pada ketinggian yang mungkin dirukyat (imkanur rukyat). Pada umumnya, mereka yang berpendapat seperti ini menetapkan bahwa hilal yang imkan dirukyat minimal berada pada posisi dua derajat. Oleh karena itu, apabila posisi hilal kurang dari dua derajat tidak imkan dirukyat dan tidak bisa ditetapkan sebagai awal Ramadhan dan awal Syawal, sehingga awal ramadhan dan awal Syawal ditetapkan pada hari berikutnya.

penentuan ramadhan dengan hilal
pengamatan awal ramadhan/bimasdepag
Penetapan dengan rukyat bil fi’li
Model penentuan awal ramadhan dan awal Syawal harus tetap didasarkan pada melihat bulan sabit. Hisab hanya berfungsi sebagai pemandu dalam melakukan rukyat bil fi’li agar rukyat yang dilakukan menjadi efektif. Sekalipun demikian, tidak setiap syahadah atau rukyat bil fi’li bisa diterima. Syahadah atau rukyat bil fi’li yang bisa diterima adalah apabila posisi hilal berada di atas ufuk. Apabila posisi hilal di bawah ufuk, maka harus ditolak.


Dari beberapa metode diatas dapat disimpulkan bahwa pendapat pertama dan ke dua dalam menetapkan awal dan akhir Ramadhan dengan menggunakan hisab tanpa melakukan rukyat, sedangkan pendapat ke tiga lebih mengedepankan rukyat bil fi’li, sehingga awal ramadhan dan awal Syawal baru bisa ditetapkan setelah melakukan rukyatul hilal pada malam 30 Sya’ban dan 30 Ramadhan. Apabila hilal dapat di-rukyat sekalipun kurang dari dua derajat maka awal Ramadhan dan awal Syawal dapat ditetapkan. Dan kalau tidak berhasil dirukyat maka ditetapkan hari berikutnya dengan cara istikmal (menyempurnakan umur bulan menjadi 30 hari). (wd)

sumber : dakwatuna.com, pustakasekolah.com, derisutyana.wordpress, muhammadiyah.or.id

Comments

Popular posts from this blog

Sensasi Baru Twin Massage

twin massage therapy Landscapist.com – Terapi pijat atau massage memang memberikan sensasi berbeda bagi sebagian orang. Namun, manfaat bagi tubuh akan sangat tergantung jenis dan terapi apa yang digunakan. Bagi Anda yang gemar melakukan terapi pijat di pusat-pusat kecantikan dan kebugaran, pernahkan Anda merasakan sensasi pijat yang lain? Seperti sensasi yang diperoleh dari twin massage? Twin massage akan memberikan sensasi berbeda disbanding terapi pijat yang pernah Anda coba pada umumnya. Memang gerakan-gerakan pijat yang diberikan akan sama. Namun letak perbedaannya adalah twin massage menggunakan dua terapis yang akan memijat secara bersamaan. Satu terapis akan memijat dari arah kepala turun ke bawah, dan satu terapis lain akan memijat dari ujung kaki ke atas. Sebagaimana yang disebutkan oleh beberapa orang yang telah mencoba twin massage ini akan mempercepat relaksasi otot dan urat syaraf, sehingga dalam hitungan menit Anda akan merasa rileks dan hangat. Perpaduan gerakan...

Prediksi Jenis Kelamin Bayi dengan Kalender Cina

prediksi jenis kelamin bay/iilluminationsphoto Landscappist.com - Sahabat landscappist, khususnya yang saat ini mengharapkan kehadiran buah hati. Sebuah program unik yang telah lama dikenal dan ditemukan di negeri Cina. Program ini ditujukan untuk menentukan jenis kelamin calon bayi. Memang pada awalnya, kalender konsepsi dan kehamilan ini telah ditemukan ratusan tahun yang lalu dan hingga saat ini masih tersimpan di Beijing Institute of Science. Sistem kalender Cina diklaim memiliki ketepatan 99%. Perhitungan dengan kalender Cina ini hanya membutuhkan data usia ibu, bulan awal kehamilan atau kapan pembuahan, dan jenis kelamin yang sesuai dengan keinginan. Pada awalnya, kalender konsepsi ini digunakan oleh bangsawan Cina untuk membantu menambah populasi bayi laki-laki guna melanjutkan penerus garis kerajaan. Penggunaan kelender Cina ini, dengan mencatat usia Anda saat pembuahan, kemudian melacaknya sepanjang garis yang sesuai pada tabel kalender sampai Anda mencapai bulan ...

Sisi Menarik Pria Berwajah Galak

hugh jackman/image99 Landscappist.com - Pria dengan wajah lembut dan manis lebih “menjual” di mata para wanita. Sebabnya adalah mereka percaya pria dengan fisik demikian juga memiliki perasaan dan jiwa yang sama lembutnya dengan wajahnya. Sayang hal ini tak selalu sepadan dengan apa yang mereka miliki secara fisik. Sebaliknya pria dengan wajah galak atau sangar seolah mendapatkan porsi peran sebagai sosok yang temperamental, berdarah dingin dan kejam. Generalisasi ini sebenarnya tidak adil karena tidak semua pria yang berwajah galak akan memiliki sifat seperti ciri fisiknya itu. Seorang Psikolog bersama rekannya, Michail Stirrat dan David Perret, mengadakan penelitian yang menghasilkan fakta bahwa pria yang memiliki wajah sangar dengan rahang yang lebar justru memiliki sifat penolong dan berhati lembut. Penelitian dari Universitas St Andrews ini diadakan dengan membentuk beberapa grup untuk dikompetisikan dengan hadiah sejumlah uang. Dari hasil pengamatan ternyata ditemukan ...